01 December 2025

Get In Touch

Jangan Dibuang! 4 Kulit Buah Ini Bergizi dan Aman Dikonsumsi

Jangan Dibuang! 4 Kulit Buah Ini Bergizi dan Aman Dikonsumsi

SURABAYA ( LENTERA ) - Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, para ahli gizi mulai mendorong masyarakat untuk mengenali manfaat kulit buah—tentu dengan syarat kebersihannya terjamin dan cara pengolahannya tepat.

Kulit buah rentan terpapar pestisida atau bakteri, sehingga kebersihan menjadi faktor penting. FDA (Food and Drug Administration) merekomendasikan mencuci produk segar dengan air mengalir selama sekitar 30 detik sambil digosok perlahan. Meski tidak menghilangkan residu sepenuhnya, langkah ini dapat menurunkannya secara signifikan. Data EPA menunjukkan bahwa sisa pestisida pada kulit buah umumnya berada dalam batas aman untuk konsumsi.

Berikut beberapa jenis kulit buah yang aman dimakan dan bernutrisi tinggi.

Kulit Mangga

Kulit mangga kaya vitamin C dan E serta mengandung serat dalam jumlah tinggi. Penelitian yang dikutip dari Real Simple menyebutkan bahwa 10 gram kulit mangga dapat menyediakan 36–78 gram serat.

Kulit mangga sangat kaya serat makanan. Dalam beberapa varietas, komposisi serat dapat mencapai 16–28% untuk serat larut dan 29–50% untuk serat tak larut. Vitamin C di kulit mangga juga sangat tinggi (nilai bisa bervariasi berdasarkan varietas mangga).

Selain itu, ada vitamin E (sekitar 205–509 µg/g pada kulit mangga matang) yang juga signifikan.
Mineral seperti kalsium (Ca), kalium (K), magnesium (Mg), besi (Fe), dan lainnya juga ditemukan dalam jumlah lebih tinggi di kulit dibandingkan daging mangga. Senyawa bioaktif seperti polifenol, karotenoid, serta triterpen/triterpenoid juga cukup dominan di kulit mangga.

Ada bukti bahwa ekstrak kulit mangga memiliki sifat antikanker: beberapa riset in vitro (tabung) menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan sel tumor. Kulit mangga juga mengandung triterpen dan triterpenoid yang berpotensi antidiabetik.

Karena potensinya, para peneliti pangan bahkan tengah mengeksplorasi pembuatan bubuk kulit mangga untuk campuran roti, pasta, hingga jeli. Namun, sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi terhadap kulit mangga, sehingga perlu dilakukan tes atau konsumsi bertahap untuk memastikan keamkeamanannya.

Kulit Pisang

Kulit pisang banyak dimanfaatkan sebagai bahan masakan di beberapa negara. Kulit ini kaya serat larut, antioksidan, dan nutrisi mikro penting. Selain direbus untuk dihaluskan sebagai bahan smoothies, kulit pisang juga dapat diolah menjadi berbagai camilan atau masakan lain setelah teksturnya dilunakkan terlebih dahulu.

Kulit pisang mengandung serat kasar yang cukup tinggi; dalam satu kajian, kadar serat kulit pisang bisa mencapai ~17,12% (serat kasar) dari beratnya.Vitamin B6 dan B12 juga ditemukan dalam jumlah signifikan di kulit pisang. Mineral seperti kalium (potassium) dan magnesium juga terkandung dalam kulit pisang.

Dengan kandungan seratnya, kulit pisang bisa membantu sistem pencernaan, meredakan sembelit dan memperlancar buang air besar. Dalam perawatan kecantikan, kulit pisang dapat digunakan untuk menutrisi kulit dan rambut: misalnya, potasium membantu menjaga hidrasi kulit, sedangkan antioksidan bisa memperkuat folikel rambut.Vitamin B6 & B12 dalam kulit pisang juga berfungsi dalam menjaga kesehatan kognitif dan fungsi saraf.

Kulit Kiwi

Kiwi sudah dikenal baik untuk kesehatan pencernaan, namun manfaatnya lebih maksimal bila dikonsumsi bersama kulitnya. Studi menunjukkan konsumsi dua buah kiwi per hari dapat membantu meningkatkan frekuensi buang air besar dan meredakan sembelit ringan. Jika tidak menyukai tekstur kulit kiwi hijau yang berbulu, kiwi gold bisa menjadi pilihan karena kulitnya lebih halus. Konsumsi kiwi gold beserta kulitnya bahkan dapat meningkatkan asupan serat hingga 50 persen.

Meski teksturnya berbulu atau agak kasar, terutama untuk kiwi hijau biasa, ada versi kiwi “gold” atau kiwiberry yang kulitnya lebih halus dan lebih nyaman dikonsumsi.

Asupan serat yang meningkat dari kulit kiwi membantu fungsi pencernaan, memperlancar buang air besar, dan mendukung mikrobiota usus.Antioksidan dari kulit kiwi bisa melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif.Beberapa ahli juga menyebut bahwa serat larut dari kulit kiwi dapat membantu mengelola kadar kolesterol dan glukosa darah melalui efek prebiotiknya.

Kulit Semangka

Bagian putih pada kulit semangka mengandung citrulline, senyawa yang membantu mengatur tekanan darah, serta kaya antioksidan, kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Di beberapa wilayah Amerika Selatan, kulit semangka diolah menjadi acar dan menjadi hidangan favorit.

Rind semangka juga mengandung mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi , yang berkontribusi pada fungsi metabolik tubuh yang penting.Selain itu, terdapat antioksidan di bagian ini, yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Kalium dan magnesium penting untuk fungsi jantung, otot, dan tekanan darah. Sementara, komponen antioksidan membantu melawan peradangan dan kerusakan sel.
Di beberapa budaya, kulit semangka diolah menjadi acar atau hidangan lain, bukan hanya limbah, sehingga bisa menjadi cara kreatif memanfaatkan limbah buah sekaligus mendapatkan manfaat gizi.(ist,gus,wol/dya)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.