01 December 2025

Get In Touch

Diikuti Peserta dari 8 Provinsi, Superco Superfest 2025 Komitmen Cetak Bibit Muda Sepak Bola

Suasana Pembukaan Superco Superfest 2025, acara puncak dari Superco Supercamp 2025, Lapangan Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Minggu (30/11/2025). (Iskandar/Lentera)
Suasana Pembukaan Superco Superfest 2025, acara puncak dari Superco Supercamp 2025, Lapangan Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Minggu (30/11/2025). (Iskandar/Lentera)

BATU (Lentera) - Diikuti peserta dari 8 provinsi, Superco Superfest 2025 kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak bibit-bibit muda sepak bola Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian pembinaan berjenjang yang melibatkan sekolah, kampanye digital, hingga coaching clinic yang kali ini terselenggara di Kota Batu.

Brand Manager PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia, Irfan Hidayatul Fazri, menjelaskan Superco Superfest 2025 telah melalui serangkaian kegiatan sejak program goes to school. Program ini dilaksanakan di 25 sekolah pada tiga kota, yaitu Surabaya, Bangkalan, dan Malang.

"Dari setiap sekolah, satu anak dengan potensi di bidang sepak bola dipilih sebagai peserta untuk tahap berikutnya," ujar Irfan, Minggu (30/11/2025).

Selain melalui sekolah, Superco juga menjaring peserta melalui kampanye digital di Instagram Superco Biscuit. Dalam kampanye tersebut, Irfan mengatakan, anak-anak dapat menunjukkan keterampilan sepak bola seperti shooting, menangkap bola, hingga juggling.

Menurutnya, sebanyak 8 anak terpilih dari hasil tantangan digital ini yang kemudian bergabung bersama peserta lainnya dari 25 sekolah tersebut.

"Total 33 anak mengikuti Supercamp yang digelar pada 29 November 2025. Supercamp merupakan sesi lanjutan dari coaching clinic sebelumnya dan menghadirkan Coach Arif Suyono, yang saat ini menjadi head coach Persikoba Batu. Jadi peserta mendapatkan pembinaan lebih intensif sebelum memasuki tahap seleksi berikutnya," katanya.

Para talenta muda sepak bola Indonesia ramaikan turnamen Superco Superfest 2025 di Kota Batu, Minggu (30/11/2025). (Iskandar/Lentera)
Para talenta muda sepak bola Indonesia ramaikan turnamen Superco Superfest 2025 di Kota Batu, Minggu (30/11/2025). (Iskandar/Lentera)

Dari 33 peserta tersebut, Superco memilih 15 anak yang kemudian membentuk Superteam. "Tim ini terdiri dari perwakilan 28 sekolah yang dikunjungi dalam program goes to school serta peserta yang terpilih dari kampanye digital. Superteam berkesempatan untuk bertanding pada puncak acara Superfest 2025," ungkap Irfan. 

Gelaran Superfest 2025 sendiri mendapat antusiasme besar dari komunitas sepak bola usia dini. Irfan menyampaikan, 36 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari 8 provinsi berpartisipasi dalam kategori U-8, U-10, dan U-12. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan.

Menurut Irfan, keikutsertaan peserta dari berbagai provinsi ini menunjukkan Superfest telah menjadi salah satu tolok ukur penyelenggaraan festival sepak bola usia dini di Indonesia. Ia berharap kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan mereka.

"Kami harapkan dari semua ini bisa memberikan pengalaman berlatih kepada anak-anak, dan bisa berkembang di bidang sepak bola yang nantinya untuk bekal mereka di kemudian hari. Agar menjadi pemain sepak bola profesional yang akan mengharumkan nama baik Indonesia," ujar Irfan.

(ka-ki) Brand Manager Khong Guan Group, Irfan Hidayatul Fazri bersama Coach Indriyanto Nugroho, Sabrina Mutiara dan Zahaby Gholi dalam seremonial pembukaan ajang Superco Superfest 2025, Kota Batu, Minggu (30/11/2025). (Iskandar/Lentera)
(ka-ki) Brand Manager Khong Guan Group, Irfan Hidayatul Fazri bersama Coach Indriyanto Nugroho, Sabrina Mutiara dan Zahaby Gholi dalam seremonial pembukaan ajang Superco Superfest 2025, Kota Batu, Minggu (30/11/2025). (Iskandar/Lentera)

Selain rangkaian kompetisi, Superfest 2025 juga menghadirkan edukasi bagi orang tua. Legenda sepak bola Indonesia, Coach Indriyanto Nugroho, menyampaikan pentingnya pendampingan yang tepat bagi anak. Ia mengimbau orang tua agar memberikan dukungan tanpa instruksi berlebihan dari pinggir lapangan.

"Biarkan mereka bermain bebas. Motorik anak usia 8 sampai 10 tahun masih berkembang. Kalau pelatih bilang A kemudian orang tua teriak B, justru anak akan bingung dan mentalnya tidak berkembang," kata Indri.

Kehadiran pemain nasional juga turut memberi inspirasi bagi peserta. Pemain Timnas Indonesia U-17 Muhammad Zahaby Gholy, serta pemain Timnas Wanita dan Arema Putri, Sabrina Mutiara Firdaus, hadir langsung untuk memberikan semangat. 

Dalam kesempatan tersebut, Sabrina berharap agar kegiatan pembinaan seperti Superfest dapat lebih sering dilaksanakan. "Kegiatan seperti ini merupakan ajang yang luar biasa. Saya berharap program seperti ini bisa diadakan lebih sering, mungkin dua sampai tiga kali dalam setahun," ujarnya. (ADV)

 

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.