MALANG (Lentera) -Panitia peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan skema khusus menyambut sekitar 100 ribu jamaah yang diperkirakan hadir dalam agenda Mujahadah Kubro. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026.
Ketua Pelaksana Lokal Harlah 1 Abad NU, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, mengatakan, berbagai persiapan telah dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas pihak.
"Saya bersama wakil ketua panitia, yaitu Wali Kota Batu, kami sudah menghitung dan mengecek kesiapan untuk pelaksanaannya nanti pada 7 dan 8 Februari 2026," ujar Wahyu, dikutip pada Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, panitia lokal juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Terutama untuk memetakan jumlah jamaah yang akan hadir. Hingga saat ini, estimasi kehadiran terus mengalami peningkatan signifikan.
"Awalnya prediksi jamaah sekitar 45 ribu sampai 50 ribu orang. Karena ada 45 Pengurus Cabang NU (PCNU) di Jatim. Namun perkembangan terakhir, perkiraan jumlah jamaah yang hadir bisa mencapai sekitar 100 ribu orang," ungkapnya.
Wahyu menambahkan, jamaah yang hadir berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Oleh karena itu, panitia menyusun pengaturan waktu kedatangan dan kepulangan agar tidak terjadi penumpukan maupun benturan arus.
"Drop zone juga kami siapkan dan tidak kami satukan," jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia akan memanfaatkan sejumlah fasilitas penunjang di sekitar Stadion Gajayana. Mulai dari sekolah, fasilitas milik TNI, hingga fasilitas perguruan tinggi akan difungsikan sebagai maktab atau tempat transit jamaah.
Wahyu menegaskan, persiapan skema pengamanan dan teknis yang lebih optimal tersebut juga menyusul adanya rencana dari PWNU Jatim, agar Presiden RI Prabowo Subianto membuka secara resmi Mujahadah Kubro 1 Abad NU tersebut.
"Nah karena dari PWNU juga mengatakan ada rencana pembukaan oleh Bapak Presiden, tentu kami persiapkan secara optimal, terutama terkait maktab atau tempat transit jamaah itu tadi," katanya.
Lebih lanjut, Wahyu tidak menampik pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU dengan jumlah jamaah besar akan berdampak pada aktivitas masyarakat Kota Malang, khususnya di sektor lalu lintas dan mobilitas warga.
"Jauh-jauh hari kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang karena kegiatan ini sangat dimungkinkan menimbulkan kepadatan, mengganggu kegiatan terutama di jalur sekitar Stadion Gajayana," katanya.
Namun Wahyu menegaskan panitia bersama pihak terkait akan berupaya meminimalkan gangguan selama pelaksanaan kegiatan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami dan mendukung kelancaran agenda keagamaan berskala nasional tersebut.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
