05 February 2026

Get In Touch

Proyek Rumah Pompa Nginden Senilai Rp65 Miliar Akan Dimulai April 2026

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan. (Amanah/Lentera)
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Setelah sempat tertunda akibat perbedaan persepsi terkait trase dan pemanfaatan lahan, proyek pembangunan Rumah Pompa Nginden Bethany akhirnya menemui titik terang. Infrastruktur pengendalian banjir bernilai sekitar Rp65 miliar akan mulai dikerjakan pada April 2026.

Kepastian tersebut disepakati dalam rapat Komisi C DPRD Kota Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta perwakilan Gereja Bethany Nginden, Kamis (29/1/2026).

Rumah pompa akan dibangun di atas lahan berstatus Izin Pemakaian Tanah (IPT) atas nama PT Hermon, sesuai IPT Nomor 188.45/2961P.IPT/436.7.11/2021 tertanggal 26 Juli 2021. Selama ini, sebagian lahan tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas Gereja Bethany.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengatakan seluruh pihak telah menyepakati trase pembangunan yang dinilai paling efektif untuk mendukung fungsi pengendalian banjir di kawasan Surabaya Timur.

“Sudah ada kesepakatan terkait trase pembangunan rumah pompa Nginden yang sebelumnya tertunda. Setelah dikaji bersama, dipilih trase yang paling efektif dan siap dilaksanakan,” kata Eri.

Ia menjelaskan, meskipun trase proyek melintasi area yang selama ini digunakan oleh Gereja Bethany, lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya dengan status IPT. “Itu aset pemkot dengan izin pemakaian tanah. Memang melintasi sebagian area yang digunakan, tetapi semuanya sudah disepakati bersama,” ujarnya.

Komisi C DPRD Surabaya juga menekankan agar seluruh dampak fisik akibat pembangunan dikembalikan seperti kondisi semula setelah proyek selesai. Hal ini mencakup perbaikan paving, saluran, hingga fasilitas parkir yang terdampak.

“Setelah pekerjaan selesai, kondisi harus dikembalikan rapi seperti semula. Termasuk area parkir motor Gereja Bethany yang terdampak, akan dibangunkan ulang oleh pemkot di sisi utara,” jelas Eri.

DSDABM Kota Surabaya bertanggung jawab melakukan relokasi dan pembangunan kembali fasilitas parkir tersebut agar aktivitas gereja tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.

Pembangunan Rumah Pompa Nginden Bethany dijadwalkan dimulai pada awal April 2026. Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis pengendalian banjir di wilayah Surabaya Timur.

Eri menegaskan, keberadaan rumah pompa ini tidak hanya berdampak pada satu titik, melainkan untuk mengendalikan banjir di wilayah yang lebih luas. “Ini bukan untuk satu lokasi saja, tapi untuk pengendalian banjir di lima kelurahan. Aliran dari Kalijagir akan disalurkan ke sini agar genangan bisa lebih cepat teratasi,” tegasnya.

Wilayah yang diproyeksikan merasakan manfaat antara lain Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, serta sebagian Klampis Ngasem dan kawasan sekitarnya.

"Kami pastikan akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai kesepakatan, tepat waktu, serta tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.