04 February 2026

Get In Touch

Penyelenggaraan PAUD Perlu Sinergi Berbagai Pihak

Rapat Kerja (Raker) Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Surabaya.
Rapat Kerja (Raker) Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Surabaya.

SURABAYA (Lentera) – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan penyelenggaraan PAUD tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah saja, namun diperlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, pendidik, serta berbagai pihak terkait agar PAUD bermutu benar-benar terwujud. Dia juga menekankan pentingnya  peran bunda pendidikan anak usia dini (PAUD) karena PAUD merupakan pondasi dasar pendidikan anak. 

Menurutnya, keberadaan Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi jembatan utama antara kebijakan pemerintah dengan masyarakat. Melalui peran tersebut, pesan tentang pentingnya PAUD dapat disampaikan secara langsung kepada orang tua.

“Bunda PAUD bukan sekadar pendamping kegiatan, tetapi penggerak di tengah masyarakat, penghubung antara pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga, sekaligus teladan dalam menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini,” kata Febri dalam Rapat Kerja (Raker) Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Surabaya yang digelar di Graha Sawunggaling, Kamis (29/1/2026).

Dalam raker yang mengusung tema “Sinergi Partisipasi Semesta Guna Mewujudkan PAUD Bermutu di Kota Surabaya” tersebut Febri menilai, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PAUD tidak lepas dari peran aktif Bunda PAUD yang dekat dengan warga. Banyak orang tua kini mulai memahami pentingnya menyekolahkan anak sejak usia dini, menerapkan pola asuh yang baik, serta menjaga kesehatan dan gizi anak.

Selain itu, Febri juga menekankan Raker tersebut  juga menjadi momentum untuk memperkuat peran seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung layanan pendidikan anak usia dini. “Peran Bunda PAUD sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran bahwa PAUD merupakan pondasi dasar pendidikan anak,” ujar Febri.

Dia juga mengatakan pemerintah daerah punya peran penting, selain itu pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI juga telah menetapkan berbagai kebijakan strategis, mulai dari pemerataan akses pendidikan, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pemenuhan sarana dan prasarana.

“Semua kebijakan tersebut bertujuan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” jelasnya.

Febri menekankan, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan oleh anak dan orang tua. “Program harus realistis, bisa dilaksanakan, dan benar-benar membawa perubahan positif,” ujarnya.

Melalui raker ini, Bunda PAUD Kota Surabaya mendorong seluruh Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan untuk menyusun program kerja yang tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“Program tidak harus besar dan rumit, tetapi harus sesuai kebutuhan wilayah dan dapat dijalankan secara konsisten,” katanya.

Ia juga menyampaikan lima prinsip utama dalam penyusunan program. Pertama, memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional dan Pemkot Surabaya. Kedua, menyusun program berbasis data riil, baik dari Dapodik, data kependudukan, maupun hasil pendataan lapangan. “Data harus benar-benar akurat agar program menjawab kebutuhan sebenarnya,” tuturnya.

Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti camat, lurah, kader, PKK, Posyandu, akademisi, media, tokoh masyarakat, organisasi mitra PAUD, hingga dunia usaha melalui program CSR.

Keempat, memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang membutuhkan pendampingan lebih, termasuk anak berkebutuhan khusus, agar PAUD di Surabaya menjadi ruang yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif. Kelima, melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk penyempurnaan program ke depan.

Meski tantangan ke depan masih besar, mulai dari pemerataan akses hingga peningkatan mutu lembaga PAUD, Febri optimistis Surabaya mampu menjadi kota yang ramah anak melalui kerja sama dan komitmen bersama.

“Kami berharap raker ini menghasilkan program yang jelas, realistis, dan dapat segera dilaksanakan sebagai pedoman bagi Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Surabaya,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.