04 February 2026

Get In Touch

Tren K-Beauty 2026: 'Mannequin Skin'

Tren K-Beauty 2026: 'Mannequin Skin'

SURABAYA ( LENTERA ) - Industri kecantikan Korea Selatan kembali menunjukkan pengaruh globalnya melalui berbagai inovasi perawatan kulit yang diproyeksikan akan membentuk tren K-Beauty pada 2026. Sejumlah laporan industri dan pengamatan pelaku pasar menunjukkan adanya pergeseran fokus dari rutinitas perawatan berlapis menuju pendekatan yang lebih efisien, personal, dan berbasis teknologi.

Salah satu konsep yang mulai banyak dibicarakan di kalangan profesional kecantikan dan kreator konten adalah “Mannequin Skin”. Istilah untuk tampilan kulit yang sangat halus, merata, dan bercahaya, menyerupai tekstur kulit manekin namun tetap terlihat sehat dan realistis. Tren ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen global yang kini mengutamakan hasil akhir kulit yang presisi, natural, dan minim ketidaksempurnaan.

Munculnya tren tersebut tidak terlepas dari pesatnya perkembangan bioteknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Korea Selatan, khususnya di Seoul. Teknologi analisis kulit berbasis data kini semakin mudah diakses, memungkinkan konsumen mendapatkan rekomendasi produk yang lebih personal dibandingkan pendekatan satu-produk-untuk-semua. 

Personalisasi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap solusi berbasis teknologi.

Dari sisi formulasi, produk perawatan kulit yang diproyeksikan populer pada 2026 banyak mengandalkan bahan aktif hasil riset dermatologis, seperti PDRN (Polydeoxyribonucleotide) dan Madecassoside, yang dikenal berperan dalam membantu regenerasi kulit dan memperkuat lapisan pelindung kulit. 

Selain produk topikal, penggunaan perangkat kecantikan rumahan—termasuk LED mask dan microcurrent device—serta konsumsi suplemen kecantikan tertentu juga semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Para ahli menilai, kombinasi perawatan dari luar dan dalam menjadi respons terhadap meningkatnya tantangan lingkungan, seperti polusi udara dan stres perkotaan, yang berdampak langsung pada kesehatan kulit. Meski demikian, mereka tetap menekankan pentingnya penggunaan perangkat dan suplemen secara bijak serta sesuai kebutuhan individu.

Untuk mengikuti arah tren K-Beauty yang berkembang ini, konsumen disarankan menyederhanakan rutinitas perawatan dengan memilih produk multifungsi dan mengutamakan kesehatan skin barrier. Teknik aplikasi berlapis tipis (thin layering) dinilai lebih efektif dibandingkan penggunaan produk dalam jumlah tebal sekaligus, terutama untuk mendapatkan hasil kulit yang tampak halus dan merata.

Dengan pendekatan yang semakin ilmiah dan personal, K-Beauty tidak hanya menawarkan standar estetika baru, tetapi juga mencerminkan evolusi industri kecantikan global yang lebih terukur, adaptif, dan berorientasi pada kesehatan jangka panjang.(Nathasya–UINSA, berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.