05 February 2026

Get In Touch

Menjahit Kerukunan, Menjemput Prestasi: Kampung Pesilat Madiun Dipacu Naik Kelas

Bupati Madiun Hari Wuryanto berfoto bersama perwakilan perguruan silat, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta organisasi lintas sektor usai Sarasehan Kampung Pesilat di Balai Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Selasa (3/2/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto berfoto bersama perwakilan perguruan silat, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta organisasi lintas sektor usai Sarasehan Kampung Pesilat di Balai Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Selasa (3/2/2026).

MADIUN (Lentera) -Upaya Pemerintah Kabupaten Madiun menjadikan pencak silat sebagai identitas budaya sekaligus sumber prestasi olahraga terus diperkuat. Salah satunya melalui Sarasehan Kampung Pesilat yang digelar di Balai Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Selasa malam (3/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Hari Wuryanto, unsur Forkopimcam, perwakilan perguruan silat, tokoh masyarakat, serta organisasi lintas sektor. Sarasehan menjadi ruang dialog terbuka untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat konsolidasi antarperguruan.

Bupati menegaskan, penguatan Kampung Pesilat membutuhkan pijakan hukum yang jelas agar implementasinya berjalan terarah dan berkelanjutan. Peraturan Gubernur (Pergub) disebut sebagai dasar penting agar pelestarian pencak silat memiliki legitimasi serta kepastian kebijakan.

“Pergub ini menjadi dasar agar implementasi di masyarakat punya arah yang jelas. Kita sungguh-sungguh ingin melestarikan pencak silat sebagai budaya sekaligus ikon Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Bupati mendorong seluruh perguruan silat membentuk paguyuban. Wadah tersebut diharapkan menjadi sarana koordinasi, komunikasi, dan penyelesaian persoalan secara musyawarah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto berdialog dengan perwakilan perguruan silat, tokoh masyarakat, serta unsur NWCNU dan FKUB Kecamatan Jiwan dalam Sarasehan Kampung Pesilat di Balai Desa Teguhan, Selasa (3/2/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto berdialog dengan perwakilan perguruan silat, tokoh masyarakat, serta unsur NWCNU dan FKUB Kecamatan Jiwan dalam Sarasehan Kampung Pesilat di Balai Desa Teguhan, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, konsolidasi menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat dan aparat keamanan. Jika suasana sudah guyub dan kondusif, maka agenda pembinaan dan kompetisi dapat digelar lebih intensif.

“Tidak ada prestasi tanpa kompetisi. Tapi kompetisi hanya bisa berjalan baik kalau kondisinya kondusif. Itu sebabnya paguyuban ini penting,” tegasnya.

Di sektor pendidikan, Pemkab Madiun juga telah menetapkan pencak silat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kebijakan ini bertujuan mengenalkan pencak silat sejak dini sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

Sarasehan turut menyinggung penguatan karakter melalui kegiatan sosial, seperti program Jumat Bersih. Perguruan silat diharapkan dapat terlibat aktif sebagai bagian dari pembinaan mental dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui Sarasehan Kampung Pesilat, Pemkab Madiun menegaskan arah kebijakannya: menjahit kerukunan antarperguruan, menjaga warisan budaya, dan menjemput prestasi olahraga secara berkelanjutan.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Adv|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.