SURABAYA ( LENTERA ) - Tren fasyen Lebaran 2026 tidak hanya berfokus pada busana rompi berpotongan longgar, tapi tren hijab juga turut menjadi pelengkap penting.
Beragam model, motif, serta pilihan bahan menjadi faktor penentu. Salah satu yang diprediksi menjadi pilihan adalah hijab pasmina.
Pasmina viscose
Pashmina viscose merupakan jilbab panjang yang terbuat dari serat selulosa alami, seperti kayu atau bambu. Jenis hijab ini banyak diminati karena memiliki tekstur yang sangat lembut, ringan, sejuk saat digunakan, serta mudah menjuntai mengikuti bentuk wajah.
Selain itu, bahan viscose mampu menyerap keringat dengan baik sehingga memberikan kenyamanan optimal. Kilau alaminya turut menambah kesan elegan, menjadikan pashmina viscose pilihan yang sesuai untuk penggunaan sehari-hari, baik dalam gaya kasual maupun formal.
Material ini tergolong ringan, memiliki jatuh yang lembut (flowy), terasa sangat halus di kulit, sejuk saat dikenakan, serta mampu menyerap keringat dengan baik. Ketebalan bahannya relatif tipis, sehingga disarankan menggunakan ciput atau inner agar tampilan terlihat lebih rapi.
Keunggulannya, nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan rasa gatal maupun iritasi. Tampilan terlihat lebih elegan berkat kilau alaminya, serta mudah dipadukan dan dibentuk sesuai gaya yang diinginkan.
Disarankan mencuci secara manual dengan tangan menggunakan cara yang lembut. Hindari penggunaan mesin cuci untuk mencegah kerusakan pada bahan.
Cocok untuk berbagai gaya seperti lilit leher atau menjuntai syar'i. Harga pasaran berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000, tergantung merek dan kualitas.Pashmina viscose seringkali memiliki tekstur khas (textured) dan sangat cocok dipadukan dengan berbagai outfit karena fleksibilitas bahannya.
Pasmina cashmere
Pashmina cashmere merupakan selendang atau hijab berkelas yang dibuat dari serat bulu halus kambing Changra (kasmir). Jenis bahan ini dikenal memiliki tekstur yang sangat lembut, ringan, serta mampu memberikan kehangatan. Karena karakteristik tersebut, pashmina cashmere kerap dijadikan aksesori eksklusif yang menghadirkan kesan anggun dan elegan, baik untuk acara formal maupun kegiatan santai.
Bahan pashmina cashmere berasal dari lapisan bawah bulu kambing kasmir yang memiliki tingkat kehalusan tinggi. Teksturnya terasa lembut di kulit dan mampu memberikan kehangatan optimal tanpa menimbulkan rasa berat.
Dari sisi kualitas, serat kasmir terbaik umumnya memiliki ketebalan antara 12 hingga 16 mikron. Pashmina jenis ini banyak digunakan sebagai selendang, syal, maupun kerudung, dengan motif khas seperti gaya Turki, motif sulur, atau nuansa Arabian. Dalam hal perawatan, pashmina cashmere memerlukan perlakuan khusus agar kualitas dan keawetannya tetap terjaga.
Di Indonesia, istilah “pashmina cashmere” tidak selalu merujuk pada bahan kasmir murni. Sebutan tersebut kerap digunakan untuk pashmina bermotif, seperti motif Turki atau hasil teknik cetak sublimasi, maupun pashmina berbahan premium seperti viscose atau modal yang lembut dan jatuh.
Produk ini sering pula dikenal dengan sebutan Arabian atau Dubai shawl. Harga pashmina cashmere di pasaran pun beragam, mulai dari kategori terjangkau hingga kelas premium.
Pasmina voal
Bahan voal menjadi salah satu pilihan utama bagi banyak perempuan karena sifatnya yang ringan dan lembut. Selain mudah dibentuk, pashmina voal juga memiliki kemampuan menyerap keringat dengan baik sehingga nyaman digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.
Karakteristik tersebut menjadikannya cocok untuk tampilan hijab yang simpel dan rapi, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun acara formal. (Ella-UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini).
–
Pilihan Warna Aman untuk Padu Padan
Warna beige
warna beige menjadi salah satu pilihan yang tengah digemari banyak orang. Sebagai warna netral, beige mudah dipadukan dengan beragam warna lain, seperti merah, biru, hijau, maupun warna-warna cerah seperti merah muda dan kuning.
Sifatnya yang universal menjadikan warna beige pilihan wajib, terutama bagi mereka yang baru mulai mengoleksi hijab. Warna ini cocok digunakan dalam berbagai suasana dan gaya berpakaian.
Dipadukan dengan busana polos maupun bermotif, hijab berwarna beige tetap mampu menghadirkan kesan lembut dan kalem pada penampilan.
Warna abu-abu
Selain warna beige, hijab berwarna abu-abu juga dapat menjadi pilihan untuk dipadukan dengan berbagai warna busana. Warna ini cocok bagi kamu yang gemar mengenakan pakaian bernuansa mencolok karena mampu menyeimbangkan tampilan secara keseluruhan.
Hijab abu-abu juga serasi dipadukan dengan busana berpalet monokrom, seperti hitam dan putih, sehingga menciptakan kesan rapi dan modern.
Warna cream
Selanjutnya, terdapat warna krem yang dikenal sebagai warna netral dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis busana. Secara nuansa, warna krem mirip dengan broken white sehingga sangat serasi dikombinasikan dengan outfit kasual, baik berwarna cerah maupun gelap.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan karena warna yang cenderung terang ini lebih mudah terlihat kotor. Bahkan noda kecil sekalipun dapat tampak jelas pada hijab berwarna krem, sehingga diperlukan kehati-hatian saat mengenakannya.
Hal yang sama juga berlaku dalam perawatannya. Saat mencuci, pastikan hijab tidak tercampur dengan pakaian lain yang berpotensi luntur.(*)





.jpg)
