MALANG (Lentera) - Sebanyak 585 tenaga kesehatan (nakes), 53 ambulans, hingga fasilitas mini Insentive Care Unit (ICU) disiagakan dalam pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Kesiapan layanan medis tersebut disokong oleh 3 pemerintah daerah di Malang Raya guna mendukung keselamatan serta mengantisipasi hal darurat dari ratusan ribu peserta yang akan hadir.
"Kami koordinasi Malang Raya. Untuk pelaksanaan nanti ada kurang lebih 585 tenaga kesehatan yang akan bertugas. Termasuk dengan ambulans yang juga akan disiapkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Kamis (5/2/2026).
Dirincinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan sebanyak 33 ambulans dengan 345 nakes. Pemkab Malang mengerahkan 15 ambulans dan 180 nakes. Sementara dari Pemkot Batu terkonfirmasi 5 ambulans dengan 60 nakes.
Husnul mengatakan, ratusan nakes tersebut ditempatkan sesuai arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di sejumlah titik strategis. Salah satu fokus utama berada di 27 titik transit jamaah. "Di setiap titik transit, disiagakan satu tim kesehatan dan satu unit ambulans," katanya.
Husnul menyebut, satu tim kesehatan (timkes) terdiri dari 3 personel, yakni satu dokter, satu paramedis, dan satu pengemudi ambulans. Skema ini disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat medis di lokasi pergerakan jamaah sebelum memasuki area utama kegiatan.
Selain di titik transit, sambung Husnul, penyiagaan layanan kesehatan juga dilakukan di dalam Stadion Gajayana. Di lokasi ini, disiapkan 5 tim kesehatan yang didukung fasilitas mini ICU yang ditempatkan di ruang ganti A dan B stadion.
"Mini ICU akan diisi oleh tenaga medis dari RS Saiful Anwar (RSSA), RST Soepraoen, serta RS Bhayangkara Kota Batu. Ini untuk antisipasi jika terjadi kondisi medis yang membutuhkan penanganan intensif secara cepat di dalam area stadion," katanya.
Sementara itu, di luar stadion, dukungan nakes juga ditempatkan di pos-pos yang telah ditentukan. Husnul menyebut, dukungan juga datang dari Asosiasi Rumah Sakit NU (ARSNU) Jawa Timur yang mengerahkan sebanyak 22 tim kesehatan. "Mereka ini akan membackup kegiatan di Stadion Gajayana," imbuh Husnul.
Lebih lanjut, Husnul menyebutkan, seluruh personel medis akan bersiaga mulai Sabtu (7/2/2026) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026) pukul 16.00 WIB.
Untuk mempercepat respons di area padat jamaah, Dinkes juga menyiapkan petugas medis mobile. Petugas ini terdiri dari kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang dapat bergerak menjangkau titik-titik yang sulit diakses ambulans.
"R2 kami siapkan sekitar enam unit untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dimasuki R4. Di dalam stadion juga ada mobile dari tim mini ICU," pungkas Husnul. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
