08 February 2026

Get In Touch

Asrama Ponpes Miftahul Ulum Pamekasan Terbakar, 400 Santri Dipulangkan Lebih Awal

Sebanyak 14 kamar asrama santri hangus terbakar di Pesantren Miftahul Ulum Penyepen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura pada Jumat (6/2/2026) malam.(foto:ist/Kompas.com)
Sebanyak 14 kamar asrama santri hangus terbakar di Pesantren Miftahul Ulum Penyepen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura pada Jumat (6/2/2026) malam.(foto:ist/Kompas.com)

PAMEKASAN (Lentera) - Sebanyak 400 santri Pondok Tibyan Lil Asshibyan Khusus Pondok Kecil, Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura dipulangkan lebih awal setelah 14 kamar asrama terbakar, pada Jumat (6/2/2026) malam. 

Santri-santri itu dipulangkan lebih awal adalah santri yang menghuni 14 kamar yang terbakar. Selain kamar, satu gedung perpustakaan dan dua ruang kantor juga ikut terbakar. 

Pengurus Yayasan Al-Miftah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, R Maltuful Anam menyampaikan sebanyak 400 santri sudah dipulangkan lebih awal, dari jadwal kepulangan santri menjelang bulan Ramadhan. 

"Rencananya santri akan dipulangkan serentak pada tanggal 5 ramadhan. Tapi karena ada musibah darurat ini mereka semua dipulangkan," kata dia di Pamekasan mengutip Kompas.com, Sabtu (7/2/2026). 

Sebanyak 400 santri dijemput oleh keluarganya masing-masing, termasuk sejumlah santri yang berasal dari luar Madura. 

Santri yang kamarnya terbakar, untuk sementara menempati ruang aula pesantren. Sebagian masih menunggu penjemputan dari pihak keluarga. 

"Mereka kita kumpulkan di aula agar aman. Penjemputan sudah mulai dilakukan sejak pukul 07.00 pagi dan disampaikan melalui grup wali santri," kata R Maltuful Anam. 

Pria yang akrab disapa Ra Maltuf itu menyampaikan, penjemputan dilakukan orangtua langsung. Sehingga semua santri dipastikan aman dan sampai ke rumah masing-masing. 

"Yang menjemput kalau bukan orangtuannya, bisa menunjukkan surat kuasa. Sehingga aman sampai kembali ke rumah masing-masing," katanya. 

Dia memastikan, semua santri yang menghuni 14 kamar yang terbakar selamat, tidak ada satu pun yang terluka. Pada saat kebakaran terjadi, semua santri belum beristirahat. Sebab baru kembali ke kamar asrama setelah menyelesaikan kegiatan pesantren. 

Para santri langsung menyelamatkan diri, setelah api mulai membakar gedung perpustakaan. Setelah itu, api membakar cepat ke empat kamar asrama santri dan dua ruang kantor. 

"Untungnya kebakaran bukan larut malam. Api saat itu sangat cepat sekali," tutur dia. 

Dalam proses pemadaman kebakaran, dua unit mobil pemadam kebakaran dan lima mobil tangki suplai dikerahkan. Termasuk 20 personel anggota damkar terjun ke lokasi berusaha memadamkan api.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.