09 February 2026

Get In Touch

Bangladesh Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Virus Nipah pada 2026

Ilustrasi virus nipah yang dikonfirmasi menyebabkan kematian pertama di Bangladesh. (foto:ist/sinarharapan.co)
Ilustrasi virus nipah yang dikonfirmasi menyebabkan kematian pertama di Bangladesh. (foto:ist/sinarharapan.co)

DHAKA (Lentera) - Bangladesh telah mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah (NiV) pada 2026, dengan pejabat melaporkan bahwa seorang wanita meninggal akibat penyakit yang merusak otak tersebut setelah mengomsumsi jus kurma mentah.

Kasus tersebut dilaporkan terjadi di sebelah utara Distrik Naogaon, kata pejabat ilmiah senior di Institute of Epidemiology, Disease Control and Research Sharmin Sultana, pada Sabtu (7/2/2026) mengutip Antara, Minggu (8/2/2026).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien berusia 40-an tahun itu mengalami gejala yang sesuai dengan infeksi NiV pada 21 Januari, termasuk demam, sakit kepala, kram otot, hilang nafsu makan (anoreksia), lemas, dan muntah, diikuti dengan hipersalivasi, disorientasi, dan kejang-kejang.

Selanjutnya pada 27 Januari, wanita itu tidak sadarkan diri dan dirujuk oleh seorang dokter setempat ke sebuah rumah sakit tersier.

Bangladesh melaporkan kasus pertama infeksi NiV pada 2001. Sejak saat itu, infeksi pada manusia telah dilaporkan hampir setiap tahun. Pada 2025, empat kasus kematian yang terkonfirmasi laboratorium dilaporkan di Bangladesh.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.