SURABAYA ( LENTERA ) - Kulit kusam menjadi salah satu masalah kecantikan yang paling sering dikeluhkan, baik oleh perempuan maupun laki-laki. Kondisi ini ditandai dengan tampilan kulit yang tampak lelah, warna tidak merata, serta berkurangnya kilau alami wajah. Meski tidak berbahaya, kulit kusam kerap memengaruhi kepercayaan diri. Para ahli menyebut, kulit kusam umumnya muncul akibat kombinasi faktor eksternal dan kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat.
Salah satu penyebab utama kulit kusam adalah paparan sinar matahari berlebih. Sinar ultraviolet (UV) dapat merusak lapisan pelindung kulit, memicu penumpukan sel kulit mati, serta menyebabkan hiperpigmentasi. Dalam jangka panjang, paparan UV tanpa perlindungan juga dapat mempercepat penuaan dini dan membuat kulit tampak lebih gelap serta tidak bercahaya.
Selain sinar matahari, polusi udara turut berperan besar. Partikel kotoran dan debu yang menempel di wajah dapat menyumbat pori-pori dan mengganggu proses regenerasi kulit. Jika tidak dibersihkan dengan baik, polusi dapat memicu peradangan ringan yang membuat kulit terlihat kusam dan kasar.
Faktor gaya hidup juga tak kalah berpengaruh. Kurang tidur, stres berkepanjangan, serta kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan dapat menghambat sirkulasi darah ke kulit. Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi ke sel kulit berkurang, sehingga wajah tampak pucat dan tidak segar. Selain itu, asupan cairan yang minim membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Untuk mengatasi kulit kusam, perawatan dasar kulit perlu dilakukan secara konsisten. Membersihkan wajah dua kali sehari menjadi langkah awal yang penting untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa polusi. Penggunaan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit membantu menjaga keseimbangan alami kulit tanpa membuatnya kering atau iritasi.
Eksfoliasi juga dianjurkan untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Proses ini dapat dilakukan satu hingga dua kali seminggu, baik dengan produk eksfoliasi kimia maupun fisik yang lembut. Dengan eksfoliasi rutin, kulit akan terlihat lebih halus dan cerah karena regenerasi sel berlangsung lebih optimal.
Perlindungan dari sinar matahari menjadi kunci utama dalam menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya. Penggunaan tabir surya dengan SPF yang memadai setiap hari, termasuk saat cuaca mendung, membantu mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV. Tabir surya sebaiknya diaplikasikan ulang setiap beberapa jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Perawatan dari dalam tubuh juga tidak boleh diabaikan. Mengonsumsi air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan kulit, sementara makanan kaya vitamin C, E, dan antioksidan berperan melindungi kulit dari radikal bebas. Buah, sayuran, serta protein berkualitas mendukung proses perbaikan sel kulit secara alami.
Tak kalah penting, kualitas tidur dan pengelolaan stres turut memengaruhi kondisi kulit. Tidur yang cukup memberi waktu bagi kulit untuk memperbaiki dan meregenerasi diri. Sementara itu, mengelola stres dengan baik dapat membantu menjaga keseimbangan hormon yang berpengaruh pada kesehatan kulit.
Dengan memahami penyebab kulit kusam dan menerapkan perawatan yang tepat, kulit cerah dan sehat bukanlah hal yang mustahil. Konsistensi dalam menjaga kebersihan, perlindungan, serta gaya hidup sehat menjadi kunci utama agar kulit tetap tampak segar dan bercahaya setiap hari. (Inna – UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)




.jpg)
