13 February 2026

Get In Touch

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air

Ilustrasi Pesawat Smart Aviation/Smart Aviation
Ilustrasi Pesawat Smart Aviation/Smart Aviation

JAKARTA (Lentera) -Polisi mengungkap pelaku penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, memastikan bahwa para berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo.

"KKB yang dari Yahukimo. KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Hanya saja, dia belum menjelaskan secara detail identitas pelaku penembakan, termasuk soal jumlahnya. Meskipun begitu, Yusuf memastikan bahwa pihaknya saat ini tengah memburu pelaku.

"Masih diburu [pelakunya]," katanya, mengutip Bisnis.

Sekadar informasi, peristiwa bermula saat pesawat Smart Air terbang dari Bandara Tanah Merah dengan tujuan Koroway Batu pada 10.35 WIT pada Rabu (11/2/2026).

Setibanya di lokasi, pesawat dengan nomor registrasi PKS-NR tiba-tiba ditembaki orang OTK dari arah hutan. Adapun, buntut penyerangan itu pilot Kapten Egon Erawan dan Ko-pilot kapten Baskoro dinyatakan meninggal dunia pada 13.27 WIB.

Di samping itu, Polisi menegaskan bahwa seluruh penumpang pesawat Smart Air itu selamat. Secara total, ada 13 penumpang termasuk satu balita.

Warga mengungsi

Sebanyak 39 warga dilaporkan sempat mengungsi ke wilayah Senggo, Papua Selatan, setelah insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Rabu (11/2/2026) kemarin.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, situasi sudah berangsur kondusif dan ia berharap warga dapat kembali ke tempat tinggalnya dan beraktivitas seperti biasa.

"Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” kata  Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026) sebagaimana dikutip Kompas.

Ia menyebutkan, peristiwa penembakan yang terjadi sehari sebelumnya menimbulkan ketakutan di tengah warga pedalaman.

Akibatnya, puluhan warga memilih meninggalkan rumah mereka karena khawatir akan keselamatan diri.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Faizal Ramadhani, mengatakan aparat bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat sipil.

Sejak Kamis pagi pukul 06.00 WIT, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dibantu TNI telah memasuki area Bandara Korowai Batu dan menguasai situasi.

Selain mengevakuasi korban, aparat juga melakukan sterilisasi untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan 20 personel Ops Damai Cartenz serta 12 personel Kopasgat TNI AU.

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.