14 February 2026

Get In Touch

Kunker ke Jember, Wamendagri Ingatkan Penggunaan Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan cinderamata kepada Wamemdagri Bima Arya usai acara di Pendopo Wahyawibawagraha Jember.
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan cinderamata kepada Wamemdagri Bima Arya usai acara di Pendopo Wahyawibawagraha Jember.

JEMBER (Lentera) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember berkaitan dengam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemerintah Desa dan Pengawasan Dana Desa yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (12/2/2026) malam. 

Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, rombongan Komisi II DPR RI, serta seluruh kepala desa serta camat se-Kabupaten Jember. Dalam kesempatan itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menekankan pentingnya perputaran ekonomi di tingkat desa sebagai upaya menekan angka kemiskinan. Ia menilai potensi sumber daya alam Jember sangat besar, mulai dari wilayah pesisir hingga kawasan pegunungan yang menghasilkan beragam komoditas pertanian dan perkebunan serta nelayan. 

“Kita ini, di selatan punya pantai terpanjang, artinya masyarakat kita banyak yang menjadi nelayan. Di utara, kita punya pegunungan panjang yang petaninya menghasilkan banyak komoditas,” kata Bupati Gus Fawait. Dia juga mengakui angka kemiskinan di Jember masih menjadi persoalan serius dibanding daerah lain di Jawa Timur.

“Tapi kami punya masalah, angka kemiskinan kami berdasarkan data kami masih yang tertinggi di Jatim. Maka kami ingin ini harus diselesaikan, kami butuh bantuan dari pemerintah pusat. Agar ekonomi berputar di desa, dan angka kemiskinan bisa ditekan,” lanjutnya.

Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan, pengelolaan anggaran negara yang berpihak pada masyarakat serta transparansi penggunaan dana publik sangat penting. “Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa sesuai arahan presiden, uang yang dari rakyat (pajak) ini harus kembali ke rakyat. Uang negara harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” terang Wamendagri Bima. Dia juga menambahkan, kedepan mesti ada upaya efisiensi anggaran harus dibarengi keterbukaan serta penguatan program nasional agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan di perkotaan.

“Intinya itu semua dilakukan adalah untuk kebaikan negara-rakyat. Semua program bapak Presiden, seperti MBG dan program lainnya ialah agar perputaran ekonomi bukan hanya terjadi di kota. Melainkan juga berputar di desa-desa untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (mok/ads)

 

Reporter: PJ Moko

Editor : Lutfiyu Handi 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.