14 February 2026

Get In Touch

Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

GRESIK (Lentera) - Menjelang Bulan Suci Ramadan 144H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik turut menyelenggarakan program nasional Gerakan Pangan Murah di Pedopo Alun-alun Gresik, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi upaya nyata Pemkab Gresik untuk menjaga harga sembako tetap stabil.

"Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa Ramadan dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif yang hadir dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah.

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas dijual dengan harga murah. Diantaranya beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram (kg) dan stoknya disediakan hingga 2,5 ton. Masyarakat juga bisa membeli beras premium dengan harga Rp14.000/kg (dengan stok 500 kg).

Gerakan Pangan Murah ini juga menjual minyak goreng merk Minyak Kita dengan harga Rp15.000/liter (stok 360 liter), gula pasir premium Rp16.000/kg (stok 80 kg). Sementara gula pasir PG Kremboong dijual dengan harga Rp15.000/kg (stok 450 kg),

Untuk komoditas hortikultura, bawang merah tersedia 100 kilogram dengan harga Rp15.000 per 500 gram, bawang putih kating 100 kilogram dengan harga Rp13.000 per 500 gram. Cabai rawit merah tersedia 20 kilogram dengan harga Rp7.000 per ons, sedangkan cabai merah besar 20 kilogram dengan harga Rp5.000 per 2,5 ons.

Berikutnya, PGM juga menjual telur ayam ras dengan harga Rp24.000 per pack. Untuk telur disediakan sebanyak 60 pack.

“Kami selalu berkomitmen untuk menjaga harga pangan di pasar. Kemudian dibantu Satgas Pangan dari kepolisian, itu juga ikut menjaga (stabilitas harga menjelang Ramadan, Red). Sebagaimana perintah Bapak Presiden, kita akan menjaga stabilitas harga pangan di Gresik,” kata Wabup Alif.

Sementara itu, earga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Meskipun Gerakan Pangan Murah baru dimulai pukul 08.00 WIB, mereka rela antre bahkan satu jam sebelum kegiatan. Ika (34) salah satu pembeli di Gerakan Pangan Murah mengaku bersyukur ada program ini, karena bisa membantu menghemat anggaran keluarga, yang dikatakannya sering membengkak menjelang Ramadan.

“Menjelang puasa biasanya harga naik. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih murah, senang sekali, bisa lebih hemat,” tuturnya.

Tak hanya menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan yang mampu melakukan pemeriksaan kandungan bahan pangan secara langsung di lokasi. Langkah ini memastikan produk yang dijual tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak konsumsi.

Sebagai informasi, Gerakan Pangan Murah ini digelar serentak secara nasional. Gerakan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mentan Amran  menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari. 

Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Penindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi langsung Presiden. (ADV/Asepta)

Editor: Widyawati

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.