15 February 2026

Get In Touch

Proyek PLTS Karangkates Bentuk Sinergi Pengelolaan Air dan Energi Bersih Multipihak

Bendungan Sutami di Karangkates, Kabupaten Malang. (detik)
Bendungan Sutami di Karangkates, Kabupaten Malang. (detik)

MALANG (Lentera) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PTLS) Karangkates merupakan bentuk sinergi pengelolaan air dan energi bersih multipihak, antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hong Kong, dan Perum Jasa Tirta (PJT) I melalui PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia.

"Waduk Karangkates kini berperan ganda. Tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional," Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, di Malang Sabtu (14/2/2026) melansir antara.

Fahmi optimistis PLTS Terapung Karangkates mampu menjadi langkah konkret mendukung optimalisasi aset bendungan yang berkelanjutan.

Pemanfaatan permukaan waduk untuk energi surya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah lingkungan, termasuk efisiensi ruang, dan pengurangan laju evaporasi air.

"Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, kami PJT I terus berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi strategis. Mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional," ujarnya.

Fahmi mengemukakan bahwa pelaksanaan proyek PLTS terapung ini tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air. "Kami memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan dan tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air," kata Direktur Utama PJT I Fahmi Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Ia menjelaskan, proyek tersebut memperhatikan keberlanjutan fungsi utama waduk dan pelaksanaan tata kelola yang didasari pada prinsip kehati-hatian.

Sementara terkait teknis keselamatan bendungan, mencakup pemeriksaan struktur bendungan untuk memeriksa potensi kerusakan dan penurunan fungsi.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan bahwa PJT I mendukung pelaksanaan proyek tersebut sebagai upaya mewujudkan target NZE di 2060.

Pelaksanaan pembangunan fasilitas pembangkit itu telah dilakukan proses soft launching water breaking, pada Jumat (13/2/2026), atau merupakan tahapan yang sudah dilalui dan menjadi penanda dimulainya proses konstruksi fisik.

Nantinya, ketika pembangunan tuntas dan PLTS Karangkates beroperasi, maka diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 100 megawatt.

Fahmi menyampaikan PLTS Krangkates di Bendungan Sutami menjadi salah satu proyek PLTS terapung berskala besar di Indonesia untuk mendukung target emisi nol bersih (NZE), sekaligus mengimplementasikan green rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.