SURABAYA (Lentera) – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, suasana Atrium Lower Ground Floor, Tunjungan Plaza 2, Surabaya, tampak berbeda pada Jumat (27/2/2026). Kerumunan warga memadati area tersebut untuk menyaksikan peluncuran kampanye "Kembali ke Matahari", sebuah inisiatif yang berupaya menghidupkan kembali tradisi belanja baju baru yang telah melekat di keluarga Indonesia lintas generasi.
Acara yang dikemas dalam format terbuka ini bertujuan untuk memotret kembali peran department store sebagai titik temu sosial bagi masyarakat saat menyambut hari raya. Bukan sekadar tempat transaksi, momen ini dirancang sebagai ruang nostalgia sekaligus adaptasi gaya hidup modern.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan fashion showcase yang menampilkan kurasi gaya dari dua figur publik, Hesti Purwadinata dan Ananda Omesh. Keduanya hadir untuk berbagi perspektif mengenai cara menjaga penampilan yang fungsional namun tetap estetik di tengah kesibukan persiapan Lebaran.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran tim Podkesmas yang merekam live podcast di lokasi. Obrolan ringan dan jenaka khas mereka membawa narasi tentang keseharian masyarakat Indonesia saat bersiap mudik dan berkumpul bersama kerabat, yang disambut gelak tawa pengunjung yang melintas.
Selain panggung hiburan, area gerai juga bertransformasi menjadi ruang interaktif. Melalui kegiatan bertajuk “Try On Challenge”, pengunjung diajak untuk bereksperimen dengan berbagai gaya berpakaian. Masyarakat tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga berpartisipasi menciptakan konten kreatif berbasis pengalaman langsung di ruang ganti dan cermin selfie yang telah disediakan.
“Kami ingin memastikan pengalaman belanja Lebaran tetap memiliki rasa kebersamaan yang familiar namun tetap relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujar Rama Ishwara, Marketing & Brand Development Director Matahari, dalam sesi bincang-bincang di lokasi.
Rama memaparkan, sebagai salah satu pionir ritel modern yang berdiri sejak 1958, Matahari kini mengoperasikan lebih dari 140 gerai di hampir 80 kota. Melalui kegiatan di Surabaya ini, mereka menegaskan pentingnya menjaga kedekatan fisik dengan konsumen di tengah gempuran tren digital, sembari merayakan akar budaya belanja yang sudah dimulai sejak toko pertama mereka dibuka di Jakarta puluhan tahun silam.
Perayaan di Tunjungan Plaza ini menjadi pembuka dari rangkaian aktivitas serupa yang akan berlangsung hingga akhir masa Ramadan 2026 nanti. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
