05 March 2026

Get In Touch

Mitos atau Medis? Air Dingin Mengatasi Penyakit Jantung

Mitos atau Medis? Air Dingin Mengatasi Penyakit Jantung

SURABAYA ( LENTERA ) - Di tengah derasnya arus informasi kesehatan di media sosial, muncul klaim bahwa meminum air dingin dapat membantu mengatasi gangguan jantung. Namun, pakar kesehatan jantung memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan miskonsepsi yang berisiko membahayakan nyawa tersebut.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa air dingin dapat menyembuhkan penyakit jantung. Sebaliknya, dr. Adrianus memperingatkan bahwa pasien dengan riwayat penyakit jantung justru harus waspada dalam mengonsumsi air dingin.

"Jika suhu air terlalu dingin, akan terjadi perubahan suhu mendadak. Hal ini bisa memicu pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), bocor, hingga terjadi penggumpalan yang berujung pada serangan jantung," kata dr. Adrianus 

Melengkapi penjelasan tersebut, studi klinis menunjukkan bahwa suhu ekstrem dapat merangsang saraf vagus yang melintasi area kerongkongan dekat jantung. Stimulasi mendadak dari air es dapat memicu gangguan irama jantung (aritmia). Fenomena ini menjelaskan risiko kolaps jantung yang dialami beberapa individu sesaat setelah meneguk air dingin dalam kondisi tubuh panas usai beraktivitas berat.

Para ahli medis sepakat bahwa faktor utama kesehatan jantung adalah kontrol terhadap faktor risiko seperti kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, bukan suhu air. Air mineral dengan suhu ruang tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga stabilitas sirkulasi darah tanpa memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular.

Tips Sehat Menjaga Jantung
Hindari Perubahan Suhu Ekstrem: Jangan langsung mengkonsumsi air es saat tubuh masih berkeringat atau sesaat setelah berolahraga berat. Biarkan suhu tubuh stabil selama 5–10 menit terlebih dahulu.

Pilih Air Suhu Ruang: Untuk hidrasi harian, gunakan air dengan suhu 20–25 °C. Suhu ini merupakan yang paling aman untuk menjaga stabilitas detak jantung.

waspadai Gejala Debar Jantung: Segera konsultasikan ke dokter spesialis jantung jika Anda merasakan sensasi "dentuman" atau detak jantung tidak teratur setelah mengkonsumsi minuman dingin.

Kontrol Faktor Risiko Utama: Fokuslah pada gaya hidup sehat dengan menghindari rokok, mengelola stres, dan menjaga kadar gula darah. Faktor-faktor inilah yang secara langsung memicu penyempitan pembuluh darah.

Gunakan Air Hangat Saat Berbuka: Bagi penderita gangguan jantung yang berpuasa, disarankan memulai berbuka dengan air hangat atau suhu ruang guna menghindari syok termal pada pembuluh darah. (Nathasya_UINSA, Berkontribusi dalam tulisan ini).

Makanan yang Dilarang/Dibatasi untuk Penderita Penyakit Jantung

Makanan Tinggi Garam (Sodium): Garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu aliran oksigen ke jantung. Hindari makanan kemasan (sarden, kornet, nugget), pizza, dan camilan asin.

Makanan Tinggi Lemak Jenuh & Trans: Gorengan, makanan bersantan kental, margarin, dan kue kering dapat menyumbat pembuluh darah.

Daging Olahan & Daging Merah: Sosis, ham, dan daging sapi/kambing yang berlemak tinggi mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang memicu penyempitan arteri.

Karbohidrat Olahan & Gula Tinggi: Roti putih, pasta, dan makanan manis meningkatkan risiko diabetes yang memperburuk kondisi jantung.

Buah-buahan Tertentu: Sebaiknya hindari durian, nangka, nanas, kelapa, serta buah kalengan karena kandungan gula atau gasnya. Pisang perlu dibatasi bagi penderita gagal jantung yang mengonsumsi obat tertentu karena kadar kaliumnya yang tinggi dapat memicu aritmia.(*)

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.