06 March 2026

Get In Touch

Pria di Cianjur Tewas Dianiaya, Gegara Diduga Curi Dua Labu Siam untuk Makan Ibunya

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penganiayaan yang menewaskan seorang pria paruh baya di Cianjur, Jawa Barat, gegara diduga mencuri labu siam. (foto:ist/Kompas.com/dok.Polsek Cugenang)
Polisi melakukan olah TKP di lokasi penganiayaan yang menewaskan seorang pria paruh baya di Cianjur, Jawa Barat, gegara diduga mencuri labu siam. (foto:ist/Kompas.com/dok.Polsek Cugenang)

CIANJUR (Lentera) - Tragedi memilukan terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, seorang pria paruh baya berinisial MI (56) tewas setelah dianiaya oleh penjaga kebun berinisial UA (41) gegara diduga mencuri dua buah labu siam. 

Peristiwa penganiayaan ini terjadi, pada Sabtu (28/2/2026) petang dan berakhir duka, Senin (2/3/2026) setelah korban mengembuskan napas terakhir di kediamannya. 

Adik korban, Tita (43) mengungkapkan, kakaknya adalah seorang buruh serabutan yang sehari-hari merawat ibu mereka yang sudah lansia. Ironisnya, tindakan MI mengambil labu siam tersebut dipicu oleh permintaan sang ibu yang ingin makan sayur. 

"Emak ingin makan pakai sayur, tapi kakak tidak punya uang. Dia bawa dua biji labu untuk dimasak, tapi belum sempat matang, pelaku sudah datang ke rumah," ujar Tita dengan mata berkaca-kaca melansir Kompas.com, Kamis (5/3/2026). 

Meski meradang atas perlakuan keji terhadap kakaknya, Tita mengaku keluarga tidak menaruh dendam pribadi kepada pelaku. Mereka hanya menuntut agar proses hukum berjalan seadil-adilnya. Tita menyayangkan aksi main hakim sendiri tersebut. 

Menurutnya, jika memang kakaknya dianggap bersalah, persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan melalui perangkat RT atau meminta ganti rugi secara baik-baik. 

"Sakit hati sekali, hanya karena barang yang harganya tidak seberapa, kakak saya diperlakukan seperti itu sampai meninggal dunia. Kami ingin pelaku dihukum setimpal," tegasnya. 

Meninggalnya MI menyisakan persoalan baru terkait perawatan ibu mereka yang sudah jompo. Tita menyatakan akan mengambil alih tanggung jawab tersebut untuk sementara waktu. 

Rencananya, setelah urusan pemakaman dan proses hukum almarhum selesai, sang ibu akan diboyong ke Bogor untuk tinggal bersama saudara tertua mereka. 

"Untuk sementara sama saya dulu di sini, nanti dibawa ke Bogor," tambah Tita. 

Sebelumnya, MI dilaporkan meninggal dunia di rumahnya dua hari setelah dianiaya oleh UA. Korban menderita luka lebam di mata, kepala, leher, serta mengalami muntah-muntah akibat pukulan dan tendangan pelaku yang memergokinya di kebun.

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin menjelaskan bahwa aksi kekerasan bermula saat UA memergoki korban mengambil dua buah labu siam dari kebun yang dijaganya. 

Pelaku kemudian mengejar korban hingga ke depan rumahnya dan melakukan penganiayaan menggunakan tangan kosong. Baca juga: Dituduh Curi Labu Siam, Pria di Cianjur Tewas Dianiaya 

"Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta luka memar di bahu dan lengan. Hidung korban juga mengeluarkan darah," kata Usep kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2026). 

Pasca-kejadian, korban sempat mengalami muntah-muntah dan berjalan sempoyongan akibat pusing hebat di bagian kepala. 

Adik korban yang menyaksikan kejadian tersebut, sempat berusaha melerai. Saat itu, korban mengakui mengambil dua labu siam tersebut kepada adiknya sebelum akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. 

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan terduga pelaku UA setelah menerima laporan dari adik korban. Meski demikian, status hukum UA saat ini masih sebagai terduga pelaku karena polisi tengah menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab utama kematian korban. 

"Masih intensif diperiksa, belum (status tersangka) karena masih menunggu hasil otopsi jenazah korban untuk memperkuat bukti," ujar Usep. 

Hasil pemeriksaan luar menemukan luka memar dan lecet di dahi, kelopak mata kanan, leher, hingga kaki. Selain itu, ditemukan benjolan di bagian belakang kepala korban yang diduga menjadi pemicu gejala muntah dan pusing sebelum korban meninggal dunia. 

Kini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh penyidik Polsek Cugenang sesuai prosedur hukum yang berlaku.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.