07 March 2026

Get In Touch

Sensasi Petik Melon dari Kebun, Jadi Pilihan Warga Trenggalek untuk Takjil

Seorang pengunjung memetik melon matang langsung dari pohonnya di kebun Sorsow Garden, Desa Parakan, Trenggalek. Pengunjung dapat memilih dan memanen sendiri melon yang diinginkan untuk dijadikan buah segar maupun menu takjil berbuka puasa.
Seorang pengunjung memetik melon matang langsung dari pohonnya di kebun Sorsow Garden, Desa Parakan, Trenggalek. Pengunjung dapat memilih dan memanen sendiri melon yang diinginkan untuk dijadikan buah segar maupun menu takjil berbuka puasa.

TRENGGALEK (Lentera) – Menjelang waktu berbuka puasa, banyak warga mencari buah segar sebagai menu takjil. Di Trenggalek, sensasi berburu melon langsung dari kebun menjadi pengalaman menarik bagi masyarakat, seperti yang ditawarkan di Sorsow Garden Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, tempat pengunjung bisa memetik melon sendiri dengan kualitas manis setara melon premium supermarket.

Sorsow Garden menyediakan tiga jenis melon yang bisa dipilih pengunjung, yaitu Petravany, The Blues, dan Sunny atau Sunnydew. Ketiganya memiliki tampilan dan tekstur yang berbeda, namun sama-sama memiliki rasa manis.

Pemilik Sorsow Garden, Ubay Mustaqim (38), mengatakan setiap jenis melon memiliki penggemarnya masing-masing sehingga tidak ada satu varietas yang paling dominan diminati pembeli.

“Setiap pembeli biasanya punya favorit sendiri-sendiri. Jadi tidak ada yang paling favorit karena semuanya punya ciri khas masing-masing,” ujar Ubay, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, Petravany memiliki kulit kuning cerah dengan daging buah berwarna jingga sehingga tampak paling mencolok. Sementara The Blues berkulit hijau dengan daging buah jingga, dan Sunnydew memiliki kulit putih tulang dengan daging buah jingga.

Menurut Ubay, pelanggan yang baru pertama kali datang biasanya tertarik mencoba Petravany karena tampilannya paling berbeda dibandingkan melon lainnya.

“Kalau dari rasa sebenarnya hampir sama, yang membedakan lebih ke teksturnya. Ada yang lebih renyah dan ada yang lebih kering,” katanya.

Selain rasanya yang manis, kualitas melon di kebun tersebut juga dijaga dengan memastikan tingkat kemanisan optimal sebelum dipanen.

“Untuk kemanisan minimal di atas 14 persen derajat brix. Kalau belum sampai 14 biasanya panennya kami tunda dulu sekitar satu minggu atau beberapa hari,” jelasnya.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan melon yang dijual di pasaran, yang umumnya dipanen lebih cepat sehingga tingkat kemanisannya hanya sekitar 9 hingga 10 derajat brix.

Ubay menambahkan, melon dari kebunnya sebenarnya termasuk kategori melon premium yang biasanya dipasarkan ke supermarket. Namun di Sorsow Garden, melon tersebut dijual dengan harga lebih terjangkau yakni Rp25 ribu per kilogram.

“Kami panen sekitar tiga bulan sekali. Biasanya lima sampai sepuluh hari sebelum panen kami memberi kabar ke pelanggan yang ingin ikut memetik atau memantau lewat media sosial,” ujarnya.

Salah satu pelanggan, Tamara Anisah, mengaku sudah beberapa kali datang untuk ikut memetik melon langsung dari kebun. Menurutnya, pengalaman tersebut memberi kepastian kualitas buah yang akan dibeli.

“Kalau beli di pasar kadang khawatir ada tambahan pemanis. Kalau di sini kami bisa tahu langsung dari petani sehingga lebih yakin,” kata Tamara.

Ia biasanya datang bersama rekan kerjanya. Selain kualitasnya, harga melon di kebun tersebut juga dinilai lebih ramah di kantong.

Tamara juga menyebut setiap jenis melon memiliki sensasi rasa yang berbeda.

“The Blues itu teksturnya crunchy dan manis, sedangkan Sunny yang putih lebih lembut tapi tetap manis,” jelasnya.

Menurutnya, melon sangat cocok dijadikan menu berbuka puasa karena rasanya segar dan dapat menghilangkan rasa haus setelah seharian berpuasa.

“Selain untuk takjil, melon ini juga enak dijadikan suguhan saat Lebaran atau dibawa ke rumah saudara,” pungkasnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.