MALANG (Lentera) - Jumlah penumpang mudik Lebaran 2026 yang menggunakan bus melalui Terminal Arjosari, Kota Malang diprediksi tidak sebesar tahun sebelumnya. Pada musim mudik tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan turun berada di kisaran 4.000 hingga 4.500 orang.
"Kalau prediksi lonjakan penumpang untuk tahun ini kami belum bisa mengestimasi secara pasti. Tetapi yang pasti akan mengalami penurunan dari tahun lalu. Paling kurang lebih sekitar 4.000 sampai 4.500 penumpang," ujar Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari, Mega Perwira Donowati, ditemui di Terminal Arjosari, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pada musim mudik Lebaran tahun sebelumnya jumlah penumpang di Terminal Arjosari sempat mencapai sekitar 6.000 hingga 7.000 orang. Sementara pada tahun ini, angka tersebut diperkirakan tidak akan menyamai capaian tahun lalu.
Mega menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah penumpang tersebut berkaitan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta awal bulan Ramadan yang terjadi dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.
Di sisi lain, untuk operasional armada bus yang melayani penumpang di Terminal Arjosari saat ini masih berjalan normal. Dalam kondisi harian, jumlah armada yang beroperasi berada di kisaran 300 hingga 400 unit bus.
Meski demikian, pihak terminal telah menginstruksikan kepada seluruh perusahaan otobus (PO) agar menyiapkan armada cadangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode mudik Lebaran.
"Armada bus kalau harian saat ini masih normal, sekitar 300 sampai 400 unit kendaraan. Tapi kami sudah mengarahkan dan menginstruksikan kepada semua PO untuk menyiapkan armada cadangan," jelas Mega.
Menurutnya, armada cadangan tersebut terutama disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan pada sejumlah trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang selama ini dikenal cukup padat penumpang.
Beberapa trayek yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas penumpang antara lain tujuan Surabaya, Jember, dan Blitar. Pada jalur-jalur tersebut, keterlambatan bus sering terjadi akibat kepadatan lalu lintas di jalan.
Mega menambahkan, berdasarkan prediksi sementara, puncak arus mudik untuk penumpang bus AKDP diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret mendatang.
Dijelaskannya, lonjakan penumpang cenderung terjadi pada trayek AKDP karena banyak pekerja dari daerah sekitar Jawa Timur yang merantau ke Kota Malang dan memilih pulang ke daerah asal saat cuti Lebaran.
"Ramai-ramainya Lebaran tahun ini kemungkinan sekitar tanggal 17 sampai 18 Maret. Karena kalau AKAP cenderung stagnan, tidak terlalu banyak lonjakan," kata Mega.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
