14 March 2026

Get In Touch

Kata Ahli Rutinitas Pagi Ini Tingkatkan Peluang Panjang Umur

Kata Ahli Rutinitas Pagi Ini Tingkatkan Peluang Panjang Umur

SURABAYA ( LENTERA ) - Memiliki umur panjang dan tubuh yang tetap bugar di masa tua menjadi dambakan banyak orang.
Selain faktor genetik, rutinitas yang dilakukan setelah bangun tidur pagi hari ternyata memegang pernan yang krusial dalam menentukan kualitas kesehatan dalam jangka panjang.
Dilansir dari Real Simple cara seseorang menjalani rutinitas pagi juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan dalam jangka panjang. 

Kebiasaan Pagi Hari
Aktivitas yang dilakukan setiap pagi mempunyai peran yang jauh lebih penting daripada yang sering kita sadari, karena membantu ritme sirkadian, menurut Dr. Jeffrey Egler, MD.
“Ritme sirkadian sangat penting bagi berbagai fungsi tubuh, termasuk produksi hormon, metabolisme, serta siklus tidur dan bangun,” ujar Egler.
“Kebiasaan pagi yang konsisten dan sehat dapat memperbaiki fungsi-fungsi tersebut, sehingga dampak positif pada kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang,” lanjut Egler.
Kebanyakan memulai hari dengan semangat bukanlah hal yang mudah, rutinitas kecil yang dilakukan sejak pagi, meskipun dilakukan dengan berat hati, tetap saja membentuk arah keseluruhan hari anda.
Co-CEO NEUROFIT Andrew Hogue, menggambarkan kaitan antara rutinitas pagi dan umur panjang, dengan analogi sistem saraf sebagai sebuah kapal.
“Anggap saja seperti menentukan arah kapal di tengah laut. Jika sejak awal sudah diarahkan ke jalur yang tepat, akan jauh lebih mudah untuk tetap berada di jalur tersebut sepanjang hari,” ungkap Hogue.
Minum Air Putih
Hampir seluruh orang mengetahui bahwa menjaga hidarasi itu sangat penting. Tetapi kenyataanya, banyak yang melewati hari tanpa cukup minum air putih.
“Minum segelas air segera setelah bangun membantu pencernaan dapat mendukung metabolisme dan membantu tubuh membuang racun,” kata dr. Egler.
Untuk menyederhanakan kebiasaan ini agar terlaksana yaitu dengan menyiapkan segelas air disamping tempat tidur sebelum tidur.
Saat bangun tidur, minumlah air tersebut dan perhatikan bagaimana pengaruhnya terhadap energi tubuhmu.
Kemudian Hogue menambahkan, air juga berperan dalam menjaga keseimbangan emosi, dan bisa meningkatkan sampai 26 persen.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa dehidrasi semalaman merupakan penyebab utama kabut otak dan menurunnya fokus di pagi hari,” 
Kekurangan sedikit cairan saja sudah berdampak. Karena, hidrasi yang cukup bisa mendukung fungsi sistem saraf dan proses metabolisme yang penting untuk umur yang panjang.
Sarapan Padat Gizi
Sarapan seingkali disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari, terutama sarapan yang padat gizi, kaya serat, dan mengandung protein nabati.
Dr. Frederica Amati seorang ahli gizi dan ilmuwan medis menyatakan bahwa jenis sarapan seperti ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting.
“Serta mendukung energi dan menyumbang sekitar 20 persen dari asupan kalori harian, sehingga menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas pola makan,” tutur Dr. Frederica.
Meregangkan Tubuh
Melakukan aktivitas fisik harian tidak berarti harus pergi ke tempat gym setiap pagi. Bergerak di pagi hari seperti pergangan, yoga, atau jalan cepat bisa juga dilakukan karena bermanfaat.
“Penting untuk melancarkan sirkulasi, meningkatkan fleksibilitas, serta membantu mengatur ritme sirkadian, terutama jika dilakukan di luar runagan dengan caghaya alami,” ujar Dr. Frederica.
Dengan meluangkan waktu lima sampai sepuluh menit di sela-sela rutinitas pagi untuk bergerak, misalnya dengan peregangan kaki, melengkungkan punggung, atau berjalan santau di sekitar rumah.
Aktifkan Sistem Saraf
Untuk mengaktifkan sistem saraf tidak cukup hanya dengan membuka mata. Hogue menyarankan untuk tidak melakukan latihan somatik singkat selama tiga menit, seperti mengetuk tubuh dengan kepala tangan.
“Latihan ini membangunkan sistem saraf untuk memulai hari dan membantu meningkatkan tonus vagal yang sehat, yang berperan dalam ketahanan terhadap stres dan kesehatan sel,” jelas Hogue.
Selain itu, latihan ini juga bisa membantu meningkatkan kesadaran tubuh, yang menurut Hogue penting mendukung umur panjang.
Kesadaran tubuh berarti mampu mengenali area tempat stres dan ketegangan yang menumpuk, misalnya leher yang kaku, atau bagian tubuh lain yang sering menahan tekanan.
“Pengecekan diri secara sadar ini membantu mengenali pola stres sejak awal, sehingga regulasi dapat dilakukan secara proaktif, bukan reaktif,” kata Hogue.
Menurut Hogue, membangun kesadaran internal juga dapat membantu menurunkan tingkat stres dengan sendirinya.
Melatih Mindfulness
Setelah memeriksa kondisi fisik, langkah berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi emosional.
Untuk melatih mindfulness dan rasa syukur, seperti menulis jurnal, menarik napas dalam-dalam, atau bermeditasi sejak pagi sebagai bagian dari rutinitas harian. 
“Praktik-praktik ini tidak hanya meningkatkan kejernihan mental dan kesejahteraan emosional, tetapi juga melindungi tubuh dari dampak buruk stres kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit,” jelasnya.
Latihan mindfulness tidak perlu lama atau melelahkan, cukup lakukan dengan cara yang terasa nyaman dan ringan.
Memantapkan Niat
Meskipun sudah mengetahui daftar tugas yang haus diselesaikan, memantapkan niat dapat membuatmu lebih sadar dengan cara menjalani aktivitas tersebut.
“Meluangkan waktu sejenak untuk menetapkan tujuan dan prioritas harian dapat meningkatkan fous dan produktivitas, serta menumbuhkan rasa tujuan,” kata Egler.
Dengan ini kamu bisa melakukannya secara mental atau menuliskannya di kertas dan membawanya sepanjang hari. Kebiasaan sederhana ini berpotensi menjadi rutinitas yang terus berulang. (Masykurotul_Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.