MALANG (Lentera) - Prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Malang diperkirakan mulai terjadi pada H-4 Hari Raya Idul Fitri. Kepolisian setempat telah memetakan sejumlah persimpangan sebagai titik rawan kemacetan. Mulai dari Simpang 4 Karanglo, Kecamatan Singosari hingga Simpang 3 Slorok, Kecamatan Kromengan.
"Ruas jalan rawan macet di antaranya Simpang 4 Karanglo, Simpang 4 Kepuharjo, Simpang 3 Kebon Agung, Simpang 3 Bendo, dan Simpang 3 Slorok. Karena jalur-jalur ini juga merupakan akses penghubung antara daerah," ujar Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satuan Lalu Lintas Polres Malang, Ipda Umar Kiswoyo, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, salah satu simpang yang dinilai paling strategis dan berpotensi macet adalah Simpang 4 Karanglo. Kawasan ini menjadi titik pertemuan berbagai arus kendaraan dari beberapa arah, baik dari wilayah Kabupaten Malang menuju pintu masuk Tol Singosari maupun sebaliknya.
"Selain itu, Simpang 4 Karanglo juga menjadi akses yang mengarah langsung menuju Kota Batu melalui jalur Pendem. Sehingga kendaraan dari berbagai daerah akan bertemu di titik tersebut," kata Umar.
Dijelaskannya, kawasan Simpang 4 Karanglo juga menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari arah Lawang menuju Kota Malang. Kendaraan yang melintas di kawasan ini tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya, tetapi juga dari Kabupaten Pasuruan, Kota Surabaya, serta daerah lain di Jawa Timur.
Sementara itu, Simpang 3 Slorok juga diprediksi menjadi salah satu titik kepadatan kendaraan saat arus mudik berlangsung. Umar menyebut, persimpangan ini merupakan jalur penghubung bagi kendaraan yang melintas dari arah Malang menuju Kabupaten Blitar maupun sebaliknya.
Ditambahkannya, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Selasa (17/3/2026) hingga Rabu (18/3/2026), atau sekitar H-4 hingga H-3 Lebaran. Kendaraan pemudik diprediksi mulai memadati sejumlah jalur utama, baik melalui jalan tol maupun jalur arteri.
"Beberapa jalur yang diperkirakan ramai dilalui pemudik di antaranya Tol Singosari, Tol Lawang, Tol Pakis, serta jalur arteri Lawang yang menghubungkan Malang dengan wilayah Pasuruan dan Surabaya," terangnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan, Satlantas Polres Malang telah menyiagakan tim pengurai arus lalu lintas yang disebar di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan.
Umar mengatakan, petugas tersebut akan melakukan penanganan cepat. Apabila dari hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan.
"Termasuk melakukan pengaturan manual terhadap waktu lampu lalu lintas atau traffic light apabila diperlukan untuk memperlancar arus kendaraan," tambahnya.
Disinggung terkait kemungkinan penerapan skema contraflow di titik rawan kemacetan, Umar menyebut hal itu harus melalui perencanaan yang matang dan terukur. Karena dinilai memiliki risiko tinggi serta membutuhkan jumlah personel yang cukup banyak.
"Kami tentu akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menerapkan contraflow. Namun yang jelas kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik," katanya.
Umar juga mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Umar mengatakan Pos Pelayanan Terpadu Simpang 4 Karanglo juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi pemudik. Mulai dari layanan ganti oli gratis, servis kendaraan, serta area istirahat yang dapat dimanfaatkan selama perjalanan.
"Layanan ganti oli gratis ini tersedia selama 14 hari. Pengendara juga bisa memanfaatkan pos ini untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
