17 March 2026

Get In Touch

Fasilitasi Mudik Gratis Lebaran 2026, Pemkot Malang Berangkatkan 332 Warga

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberangkatkan peserta program mudik gratis Lebaran 2026, Selasa (17/3/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberangkatkan peserta program mudik gratis Lebaran 2026, Selasa (17/3/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali memfasilitasi program mudik gratis bagi masyarakat pada momentum Lebaran 2026, sebanyak 332 warga diberangkatkan menggunakan 9 armada bus menuju berbagai daerah tujuan di Jawa Timur, Selasa (17/3/2026).

"Mudik gratis ini keseluruhan dibantu oleh perbankan, kemudian dari perusahaan otobus (PO), dan perguruan tinggi yang ada di Kota Malang," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ditemui usai memberangkatkan peserta mudik bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ditegaskannya, program mudik gratis ini merupakan agenda rutin. Yang terus diupayakan setiap tahun guna memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

Wahyu menyebut, program ini tidak hanya bertujuan memberikan fasilitas transportasi. Tetapi juga sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang biasanya menggunakan kendaraan roda dua.

"Kami berharap dengan mudik gratis ini bisa meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan, yang biasanya mereka dengan kendaraan pribadi roda dua untuk kembali ke kampung halamannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan 9 armada bus tersebut melayani berbagai rute tujuan. Di antaranya, rute menuju Ponorogo dan Banyuwangi menjadi yang paling diminati oleh para peserta mudik hingga seluruh kursi terisi penuh.

Salah satu peserta mudik gratis, Sholeh (50), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Warga yang tinggal di kawasan Lowokwaru itu mengaku baru pertama kali mengikuti mudik gratis bersama keluarganya.

"Ini pertama kali ikut program mudik gratis, dengan anak dan istri, tujuannya ke Bojonegoro. Alhamdulillah senang, karena tidak keluar biaya. Bisa menghemat di kondisi ekonomi seperti sekarang ini," ungkap Sholeh.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan dari 9 bus yang diberangkatkan, terdapat satu armada yang kosong, yakni rute menuju Bangkalan, Madura.

"Ini menjadi evaluasi kami nanti. Karena memang tidak banyak masyarakat di Kota Malang yang hendak mudik ke sana," ujarnya.

Widjaja menambahkan, tingginya minat masyarakat untuk tujuan Madura justru lebih banyak mengarah ke wilayah Pamekasan dan Sumenep. Namun, keterbatasan dukungan armada membuat rute tersebut belum sepenuhnya dapat terakomodasi.

Sebagai bahan evaluasi, Dishub Kota Malang berencana untuk mengembangkan program mudik gratis di tahun depan, termasuk memperluas jangkauan rute hingga ke daerah tujuan yang lebih jauh.

"Mungkin tahun depan program mudik gratis ini bisa menjadi lebih banyak dan lebih baik lagi. Tahun depan rute tujuannya akan ditambah yang lebih panjang lagi," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan dengan mengatur kapasitas tempat duduk agar tidak terjadi penumpukan penumpang dalam satu armada.

"Kami juga mengatur agar jangan sampai duduknya penumpang ini berdesak-desakan. Kami buat sedemikian rupa agar nyaman," pungkasnya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.