21 March 2026

Get In Touch

Iran  Membabibuta, Tembak Jet Tempur AS hingga Ancam Hancurkan Fasilitas Migas Teluk

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA (Lentera)-Iran makin membabibuta setelah Kepala Intelijen mereka, Esmail Khatib, terbunuh akibat serangan Israel.

Terbaru, sebuah jet tempur F-35 milik Amerika Serikat melakukan pendaratan darurat usai terkena tembakan yang diyakini berasal dari Iran, lapor CNN dilihat Jumat (20/3/2026), mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, mengatakan jet siluman generasi kelima itu “sedang menjalankan misi tempur di atas Iran” ketika terpaksa mendarat.

“Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil,” kata Hawkins, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki.

Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim sistem pertahanan udaranya telah menghantam sebuah F-35 milik AS, dengan menyebut pesawat tersebut mengalami kerusakan signifikan.

Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan insiden itu terjadi di atas wilayah Iran tengah pada pukul 02.50 waktu setempat pada Kamis, serta menambahkan: “Nasib pesawat tersebut masih belum diketahui dan sedang diselidiki, dengan kemungkinan pesawat itu jatuh.”

Jika terkonfirmasi, insiden ini akan menjadi pertama kalinya Iran berhasil menghantam pesawat militer AS sejak perang dimulai pada akhir Februari. Baik Amerika Serikat maupun Israel diketahui telah mengerahkan jet F-35 dalam konflik tersebut.

Iran juga mengancam akan menyerang seluruh fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk.

Diketahui, kmatian Esmail Khatib terjadi selang beberapa waktu setelah tewasnya kepala keamanan Iran, Ali Larijani. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berjanji akan membalas kematian Larijani dan Khatib.

Terbunuhnya Larijani dan Khatib menambah panjang daftar kematian pemimpin senior Iran akibat serangan gabungan Israel-AS sejak 28 Februari 2026 lalu.

Pada Rabu (18/3/2026), pemerintah Iran menyatakan seluruh kilang minyak di kawasan Teluk akan dihancurkan jika serangan terhadap sektor energi masih berlanjut. Serangan terbaru Israel-AS menargetkan kilang Pars Selatan, yang menyimpan cadangan gas terbesar di dunia di Iran.

“Kami memperingatkan kalian bahwa kalian telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi milik Republik Islam. Kami akan segera merespons,” ujar Garda Revolusi Iran dalam keterangannya, seperti dikutip dari AFP.

“Jika hal itu terulang lagi, serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi kalian dan sekutu kalian tidak akan berhenti sampai hancur total, dan tanggapan kami akan jauh lebih keras daripada serangan malam ini,” sambungnya.

Menurut laporan televisi nasional Iran, fasilitas gas di Pars Selatan dihantam rudal sebagai bagian dari serangan AS-Israel.

Israel tidak memberikan komentar terkait serangan di Pars Selatan. Sementara itu, AS membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Editor: Widyawati/afp,cnn

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.