JAKARTA (Lentera)-Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan Idul Fitri 2026. Mereka menekankan pentingnya persatuan, saling memaafkan, serta kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan bangsa.
Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Ia meminta agar perayaan ini dijadikan sebagai momentum untuk mempererat persatuan bangsa.
"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir batin," kata Prabowo dalam YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2026).
Prabowo meminta agar seluruh masyarakat bisa saling bahu membahu untuk membangun bangsa. Persatuan diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang mengadang.
"Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi," ucap Prabowo.
"Marilah kita terus perkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar, bangsa Indonesia. Mari kita bekerja lebih keras, saling membantu, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, lebih kuat," sambungnya.
Dia juga memohon Tuhan melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada bangsa Indonesia.
Megawati Soekarnoputri juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Megawati mengatakan Idul Fitri ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan dan perkuat gotong royong.
"Di hari yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Idul Fitri menjadi momentum yang sangat penting untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap hidup saling maaf memaafkan," kata Megawati dalam keterangannya dilihat Sabtu (21/3/2026).
"Mari kita saling maaf memaafkan dan perkuat gotong royong demi kejayaan Indonesia raya tercinta," tambahnya.
Ketum PDIP itu juga mengatakan setelah selama satu bulan penuh menggembleng jiwa dan raga dengan berpuasa. Momen puasa ini, kata dia, tak hanya mengasah kemanusiaan, tapi juga mempertajam suara hati nurani dan membangun tekad untuk terus berjuang bagi kebenaran, kesetaraan, dan keadilan.
"Dengan puasa kita mengedepankan sikap amar makruf nahi mungkar, kini tibalah saat yang berbahagia untuk saling berhalal bihalal dengan menjadikan hati, pikiran, dan tindakan kita untuk benar-benar kembali ke fitroh sebagai ciptaan Allah SWT," kata dia.
Menag: Mrnjaga Kesalehan
Nasaruddin Umar berpesan kemenangan Idul Fitri adalah tentang keberhasilan menjaga nyala api kesalehan.
"Kemenangan Idul Fitri adalah tentang keberhasilan kita menjaga nyala api kesalehan. Puasa yang kita jalani bukanlah sekadar ritual menggugurkan kewajiban atau hanya untuk mengubah jadwal makan. Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial di balik rasa lapar dan dahaga. Tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian kepada mereka yang kekurangan," tutur Nasaruddin.
Nasaruddin meminta umat Islam untuk selalu menjadi orang yang berguna bagi sekitarnya. Jangan sampai semangat Ramadan menguap.
"Kemenangan Idul Fitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan. Keberkahan tidak akan datang pada hati yang tertutup, melainkan pada mereka yang tangannya ringan menebar manfaat bagi sekelilingnya. Jangan biarkan semangat Ramadan menguap seiring berakhirnya bulan suci," tuturnya.
"Mari kita bawa disiplin diri, kejujuran, dan kepedulian yang telah kita latih selama sebulan ini ke dalam sebelas bulan ke depan. Jadikan nilai-nilai Ramadan sebagai kompas dalam berinteraksi, bekerja, dan berbangsa," tambah dia.
Di akhir pesannya, Nasaruddin mengucapkan selamat Idul Fitri untuk seluruh masyarakat. Ia juga memohon maaf bila ada kesalahan.
"Di hari yang fitri ini, saya Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan laku yang tidak berkenan," ucapnya.
"Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan berkah, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia tercinta," pungkasnya.
Editor: Widyawati/rls




.jpg)
