JAKARTA (Lentera)- Memasuki periode arus balik, Jasa Marga memprediksi puncak terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Perseroan pun menyiapkan insentif berupa diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026 (H+5 hingga H+6 Lebaran) di sembilan ruas tol Jasa Marga Group.
''Menjelang periode arus balik, kami mohon kerja sama pengguna jalan untuk dapat merencakan perjalanan dengan lebih baik lagi dengan menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026.” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dikutip Minggu (21/3/2026).
Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan menghindari waktu puncak, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi prima, serta mencukupi bahan bakar dan saldo uang elektronik.
Jasa Marga juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu istirahat di rest area serta mematuhi rambu dan arahan petugas guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan selama periode Lebaran.
Sementara itu Jasamarga juga mencatat sebanyak 1,81 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-1 Idulfitri 1447H atau 11–20 Maret 2026. Volume tersebut melonjak 25,5% dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Arus mudik didominasi kendaraan menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 989.628 kendaraan atau 54,7% dari total. Sementara itu, 465.840 kendaraan (25,7%) bergerak ke arah barat (Merak) dan 354.666 kendaraan (19,6%) menuju selatan (Puncak).
Lonjakan tertinggi terjadi di jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama yang melonjak 131,9% dibandingkan lalu lintas normal, dengan total 661.258 kendaraan. Adapun arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat naik 3,8% menjadi 328.370 kendaraan.
Sebaliknya, lalu lintas menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat turun 4,2% dari kondisi normal. Sementara arah Puncak melalui GT Ciawi relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,1%.
Editor:Widyawati/rls





.jpg)
