23 March 2026

Get In Touch

Saham HYBE Anjlok 15% Usai Konser Comeback BTS Tak Sesuai Ekspektasi

Penampilan Boy Group BTS dalam konser Comeback, Sabtu (21/3/2026). (AFP)
Penampilan Boy Group BTS dalam konser Comeback, Sabtu (21/3/2026). (AFP)

SEOUL (Lentera) - Saham HYBE Co. dilaporkan anjlok hingga 15 persen dalam perdagangan intraday, usai konser comeback BTS dinilai tidak sesuai ekspektasi awal terkait jumlah penonton.

Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Juni 2022, sekaligus menandai respons pasar terhadap performa acara yang sebelumnya dipromosikan secara masif oleh agensi dan berbagai mitra global.

Berdasarkan laporan Chosun Ilbo, konser yang digelar di Gwanghwamun Square tersebut hanya mampu menarik sekitar 104.000 penonton. Angka ini jauh di bawah estimasi awal yang mencapai 260.000 orang.

Sejumlah faktor diduga memengaruhi rendahnya jumlah penonton. Salah satunya adalah penerapan pengendalian kerumunan yang lebih ketat oleh otoritas setempat, sebagai langkah antisipasi agar tidak terulang tragedi Itaewon crowd crush yang sempat mengguncang Korea Selatan beberapa tahun lalu.

Di sisi lain, konser comeback ini juga disiarkan secara global melalui platform Netflix Inc.. Data jumlah penonton daring diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, yang berpotensi memberikan gambaran lebih utuh terkait antusiasme publik.

Dalam pertunjukan berdurasi sekitar satu jam tersebut, BTS membawakan 12 lagu, termasuk lagu terbaru dari album bertajuk "Arirang" serta sejumlah lagu hit seperti "Butter" dan "Dynamite". 

Meski jumlah penonton langsung lebih rendah dari ekspektasi, tayangan konser ini dilaporkan berhasil memuncaki tangga harian Netflix di beberapa negara, termasuk Korea Selatan sendiri.

Comeback ini menjadi momen penting bagi BTS yang kembali ke panggung global setelah hampir 4 tahun hiatus akibat kewajiban wajib militer (wamil) yang dijalani oleh seluruh member di Korea Selatan. 

Saat ini, grup yang debut pada tahun 2013 ini juga tengah memulai tur terbesar sepanjang kariernya. Dengan total 82 jadwal pertunjukan yang telah terjual habis.

Di sisi lain, respons publik terhadap karya terbaru BTS terbilang positif. Album terbaru mereka langsung merajai tangga lagu di platform musik Spotify, sementara sejumlah lagu juga memimpin peringkat di berbagai platform digital seperti iTunes. Penjualan album bahkan mencapai sekitar 4 juta kopi pada hari pertama perilisan.

Kendati demikian, dinamika pasar saham menunjukkan ekspektasi investor terhadap performa konser offline masih sangat tinggi. Selisih signifikan antara proyeksi dan realisasi jumlah penonton menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi HYBE.

Taruhan terhadap kesuksesan BTS pun dinilai masih sangat besar. Meski HYBE telah melakukan ekspansi global melalui akuisisi berbagai label musik dari Amerika hingga Amerika Latin, kontribusi BTS tetap menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.

Selama masa hiatus BTS, pertumbuhan laba HYBE tercatat melambat. Oleh karena itu, momentum comeback grup ini menjadi krusial dalam menentukan arah kinerja keuangan perusahaan ke depan.

Editor:Santi,ist

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.