JAKARTA (Lentera) - Seorang pria viral di media sosial lantaran berjoget di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai kecaman, salah satunya karena mengaku mendapat keuntungan dari insentif sebesar Rp6 juta per hari dari pemerintah.
Dalam sebuah video pria itu tampak berjoget diiringi musik dalam sebuah ruangan dengan logo BGN, kemudian ada video lain menayangkan pria itu berjoget di sebuah dapur tanpa dilengkapi APD.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang mengungkap pria yang viral joget di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata memiliki sebanyak tujuh titik dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Nanik pun mengingatkan, kepada pria itu bahwa kepemilikan SPPG bukan proyek bisnis.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," kata Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026) mengutip CNN Indonesia, Rabu (25/3/2026).
"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tandasnya.
Nanik mengatakan, keenam SPPG milik pria itu masih belum beroperasi dan akan diawasi ketat BGN selama proses pendirian hingga pelaksanaannya.
"Ini, ini, saya juga nggak tau dia, tapi yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi," kata Nanik.
Pria joget di dapur MBG viral di media sosial dan menuai kritik pedas netizen. Narasi beredar, pria itu berjoget karena mendapat insentif Rp6 juta sehari dari pemerintah. Netizen mengkritik pria itu tak punya empati di tengah kondisi sulit.
BGN telah memberikan teguran keras dan membekukan sementara (suspend) satu SPPG milik pria tersebut, setelah diketahui tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis).
"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," jelasnya.
Selain itu, Nanik mengaku telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN menemui pria tersebut dan diberikan teguran keras.
"Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras," ungkap Nanik.
Nanik menyayangkan, aksi pria tersebut berjoget di dalam dapur MBG tanpa APD hingga ramai jadi perbincangan publik. Dia lantas mengingatkan seluruh pemilik SPPG agar tidak melakukan hal serupa.
"Saya juga nggak suka juga, dia bikin konten lagi di dalam dapur yang tidak pakai APD, itu kan juga salah. Iyalah untuk pembelajaran yang lain. Nggak usah mitra aneh-aneh," pungkasnya.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
