SURABAYA ( LENTERA ) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik Sejjil sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Peluncuran ini menjadi yang pertama kali dilakukan dalam rangkaian Operasi True Promise 4.
Dalam operasi tersebut, Iran juga menembakkan sejumlah rudal lain, termasuk rudal superberat Khorramshahr yang membawa hulu ledak seberat dua ton. Selain itu, turut diluncurkan rudal Khaybar-shekan (Khaybar Buster), Qadr, dan Emad.
Ini menjadi kali kedua Iran mengerahkan rudal Sejjil dalam pertempuran. Rudal yang telah disimpan selama bertahun-tahun tersebut pertama kali digunakan dalam konflik antara Israel dan Iran pada Juni 2025.
Mengutip laporan CSIS Missile Defense Project, Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah (medium-range ballistic missile/MRBM) yang dikembangkan secara mandiri oleh Iran dengan menggunakan bahan bakar padat (solid-propellant).
Berbeda dengan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab-3, rudal berbahan bakar padat seperti Sejjil tidak memerlukan proses pengisian bahan bakar sebelum peluncuran. Hal ini membuatnya dapat dikerahkan lebih cepat serta lebih sulit terdeteksi.
Rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 Meter dengan diameter 1,25 Meter dan berat peluncuran mencapai 23.600 kilogram. Rudal ini mampu membawa muatan sekitar 700 Kilogram dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer.
Sejumlah analis memperkirakan daya jelajah Sejjil bahkan bisa mencapai sekitar 2.000 hingga 2.500 kilometer. Jarak tersebut dinilai cukup untuk menjangkau wilayah Israel, Arab Saudi, hingga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Uji coba pertama rudal Sejjil dilakukan pada 2008, dengan jarak tempuh dilaporkan mencapai sekitar 800 kilometer. Pengujian kedua berlangsung pada Mei 2009 yang bertujuan menguji sistem panduan dan navigasi yang telah ditingkatkan.
Sejak saat itu, sedikitnya empat uji terbang tambahan dilakukan. Pada uji coba keenam, rudal tersebut dilaporkan menempuh jarak sekitar 1.900 Kilometer sebelum jatuh di wilayah Samudra Hindia. Rudal ini juga diyakini memiliki beberapa varian. Pada 2009, Iran menyebut salah satu uji peluncuran sebagai Sejjil-2.
Sementara itu, sejumlah laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa varian Sejjil-3 kemungkinan sedang dalam tahap pengembangan. Rudal ini disebut-sebut akan menggunakan peluncur tiga tahap dengan jangkauan maksimum hingga 4.000 kilometer serta berat peluncuran sekitar 38.000 kilogram. (Itqiyah_Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini).




.jpg)
