01 April 2026

Get In Touch

Cek Progres Rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri, Mas Dhito: Kini Dilengkapi Pendekteksi Api dan Pemadam

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengecek progres rehabilitasi gedung Pemkab Kediri, Selasa (31/3/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengecek progres rehabilitasi gedung Pemkab Kediri, Selasa (31/3/2026).

KEDIRI (Lentera) - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana melakukan pengecekan progres pembangunan gedung Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kediri, yang direhab akibat aksi pembakaran aksi massa pada kerusuhan Agustus 2025. 

Mas Dhito menyebut, proses pembangunan gedung perkantoran tersebut masih terus berjalan. Setelah melakukan pengecekan langsung dan melihat ruangan dalam gedung, pihaknya menilai pekerjaan yang dilakukan cukup baik.

"Ini masih 68 persen jadi masih (progres) tersisa 32 persen," kata Mas Dhito usai mengecek Kantor Bupati/Wakil Bupati di dalam komplek Kantor Pemerintahan tersebut, Selasa (31/3/2026).

Didampingi Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama usai mengecek Kantor Bupati/Wakil Bupati, pengecekan dilanjutkan ke Gedung Sekretariat Daerah.

Gedung di komplek perkantoran yang direhab tersebut secara struktur bangunan tidak banyak berubah. Mas Dhito melihat pekerjaan yang dilakukan cukup cepat dan diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga kembali dapat ditempati.

Berkaca dari kejadian aksi anarkis yang menghanguskan gedung di Komplek Kantor Pemkab Kediri tersebut, bangunan yang direhab kini dilengkapi sistem pengamanan yang memadai seperti pendeteksi api.

"Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam, kemarin yang belum ada itu sistem pemadamnya," ungkap Mas Dhito.

Meski dilengkapi sistem pengamanan yang memadai, Mas Dhito berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Selain melakukan pekerjaan rehab gedung Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, pelaksana proyek yang sama juga mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Plosoklaten.

Mas Dhito berharap, proses pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat selesai sesuai target. Untuk mengejar target, penambahan pekerja pun bakal dilakukan dari 524 pekerja yang ada saat ini akan ditambah menjadi 800 pekerja. 

"Semoga tahun ini (anak-anak yang masih menempati gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) ASN milik Pemkab Kediri di Tarokan) bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten," pungkas Mas Dhito.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.