02 April 2026

Get In Touch

Kanker Itu Pembunuh Senyap

Nasaruddin Ismail (kiri) penulis sekaligus penderita kanker bersama dr Agus
Nasaruddin Ismail (kiri) penulis sekaligus penderita kanker bersama dr Agus

SURABAYA (Lentera) -Ada julukan lain penyakit kanker: pembunuh senyap. Sebutan ini, sangat dikenal di kalangan medis. Tapi, jarang diucapkan di hadapan penderita.

Julukannya menarik. Sekaligus mengerikan, dan menakutkan. Sadis juga.

Karena itu, agar penderita jangan sampai kepikiran, kalangan medis tak pernah mengucakan kata-kata itu.

Yang sangat dikenal sebagai pembunuh senyap adalah kanker pankreas.

Mengapa? Jenis kanker ini pandai menyamar, hingga sulit terdeteksi. Tanda-tandanya pun tersamar pula. Sangat idtak terasa. Apalagi pada stadium awal.

Dikatakan pembunuh senyap, menurut sejumlah artikel medis, karena membunuh orang secara diam-diam.

Awalnya tak merasakan sakit. Eh, malah bisa membuat penderita mengakhiri hidupnya.

Sebagai contoh. Lebih dari selusin karyawan perintis Jawa Pos, meninggal karena kanker. Studiumnya sudah tinggi. Sehingga sulit diselamatkan.

Jenis kankernya, juga bermacam-macam. Saya tidak hafal betul. Tapi, teman-temanku itu, umumnya wartawan. Pun redaktur.

Apa penyebabnya? Belum ada penelitian. Tapi bila dilihat dari kronologisnya, paling tidak, karena pola hidup.

Karena pekerjaannya pemburu berita. Berangkat pagi, pulang malam. Makan dan minum pun tak terkendali. Karena hidup di jalan dan kantor. Makan dan minum, pokoknya enak di lidah.
Pun tekanan kerja yang cukup tinggi. Kejar deadline, untuk terbit pagi hari.

Di berbagai tulisan medis menyebutkan: kanker beda dengan penyakit lain.

Kanker umumnya terdeteksi setelah penderita sudah parah. Stadium tinggi.

Mengapa ?

Menurut dokter, gejalanya tidak terasa oleh penderita.

Orang tak menduga kalau gejala ringan yang timbul pada dirinya adalah kanker. Sehingga banyak yang mengabaikan.

Munculnya pun tidak khas. Sebagai contoh. Kanker usus besar. Salah satu gejalanya sakit perut. Penderita menduga salah makan.
Sulit buang air. Juga sedikit keluar darah. Umumnya penderita menduga ambeien. 

Bahkan, kanker muncul tanpa gejala yang berarti. Tanpa dirasakan sama sekali.

Saya salah satu yang mengalaminya. Yang biasa saya periksa adalah ambeien.

Saya lakukan colonoscopy, karena habis operasi fistula ani. Ternyata ada tumor di usus besar. Dekat dengan anus. Tumor jenis ini, ganas pula.

Tak pernah sakit perut sebagaimana gejala umum kanker usus besar. 

Keluar darah saat buang air besar, juga tidak. Yang dirasakan, hanya sedikit sulit buang air besar.

Karena gejala ringan seperti itulah, maka kanker lazim disebut sebagai pembunuh senyap itu.

Contoh lain. Penderita kanker ovarium. Atau kanker rahim. Gejalanya ringan sekali. Nyeri pinggul. Sakitnya ringan di punggung bawah dan paha.

Sehingga penderita tak menduga. Bahkan cenderung tak menghiraukan.Kalau dalam tubuhnya sudah muncul pembunuh senyap.

Menurut data statistik penderita kanker yang paling berbahaya: pertama, kanker pankreas, kedua  paru, ketiga usus besar, keempat hati, dan kelima otak.

Saran saya, kalau ada tanda-tanda seperti yang diceritakan di atas. Segeralah konsultasi pada dokter.

Karena pembunuh senyap sedang mengintai (*)

Penulis: Nasaruddin Ismail, Wartawan Senior|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.