02 April 2026

Get In Touch

Kereta Api Ciremai Anjlok di Bandung Barat Gara-gara Jalur Rel Tertutup Longsor

Musibah kereta api anjlok di Bandung Barat (ist)
Musibah kereta api anjlok di Bandung Barat (ist)

JAKARTA (Lentera) -Perjalanan Kereta Api Ciremai rute Semarang Tawang–Bandung mendadak terhenti setelah material longsor menutup jalur rel di antara petak Maswati–Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/4/2026).

Insiden terjadi di kilometer 142+8/9 ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut, memicu runtuhan tanah dari tebing di sisi lintasan. Tumpukan material yang menutup rel membuat kereta tak dapat melanjutkan perjalanan, sehingga operasional dihentikan sementara demi keselamatan.

Akibat kejadian sekira pukul 14.53 WIB itu, bagian depan lokomotif bernomor CC 206 13 66 keluar dari rel. Meski demikian, sekitar 10 gerbong di belakangnya tetap berada di jalur dan tidak ikut anjlok.

Masinis KA Ciremai, Ilham, menjelaskan bahwa kondisi jalur yang berkelok serta terhalang tebing membuat longsoran tidak terlihat dari kejauhan. Saat menyadari adanya material di lintasan, jarak sudah terlalu dekat untuk menghindar.

“Posisi jalur menikung dan sisi kiri tertutup tebing, jadi longsor di depan tidak terlihat. Kami langsung lakukan pengereman darurat, tapi benturan tetap terjadi,” ujarnya.

Lokomotif pun menghantam material longsor yang berasal dari tebing setinggi kurang lebih 20 meter. Meski sempat keluar jalur, situasi berhasil dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban.

"Alhamdulillah seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat," papanya.

Ilham menegaskan bahwa pengereman darurat menjadi faktor penting yang mencegah dampak lebih besar. Setelah kejadian, laporan langsung disampaikan ke pusat pengendali operasi (Pusdalopka) Daop 2 Bandung.

Hingga sore hari, petugas PT KAI masih melakukan pembersihan jalur dari material longsor. Satu unit kereta crane juga dikerahkan untuk proses evakuasi lokomotif yang anjlok.

Sementara itu, Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya mengungkapkan, sekitar 500 penumpang berada dalam perjalanan tersebut. Seluruhnya telah dievakuasi dengan aman ke Stasiun Rende.

“Semua penumpang selamat dan sudah dipindahkan ke Stasiun Rende. Selanjutnya akan diberangkatkan menggunakan bus menuju tujuan,” jelasnya, dilansir Liputan6.

Ia menambahkan, hujan deras mulai mengguyur wilayah itu sejak pukul 15.30 WIB, sebelum akhirnya longsor terjadi tak lama kemudian.

"Proses penanganan masih berlangsung, terutama untuk mengangkat lokomotif yang keluar jalur menggunakan bantuan crane," tandasnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.