MADIUN (Lentera) - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun menandai transisi kepemimpinan, setelah lebih dari dua dekade dipimpin H. Muhtarom.
Mantan Bupati Madiun dua periode, Muhtarom yang ikut membesarkan PKB sejak 1998 menyatakan estafet kepemimpinan harus berjalan, tanpa meninggalkan arah perjuangan partai. Ia menekankan, kader di semua tingkatan tetap berpedoman pada kebijakan pimpinan pusat.
“Yang sudah baik dilanjutkan. Tidak perlu jargon perubahan kalau tidak jelas arahnya,” kata Muhtarom, Minggu (5/4/2026).
Ia juga menegaskan, regenerasi sebagai kebutuhan organisasi. Namun, menurutnya, pergantian kepemimpinan harus tetap menjaga konsistensi visi dan kepercayaan publik yang telah dibangun.
Dalam Muscab tersebut, forum menyepakati empat nama sebagai calon Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, yakni dr. Purnomo Hadi, Wahyu Widayat, Djoko Setijono, dan Slamet Rijadi.
Ketua sidang Muscab, Rivqi Abdul Halim mengatakan keempat kandidat akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Tahapan meliputi psikotes dan wawancara terkait visi, misi, serta rencana kerja lima tahun ke depan.
“Seluruh proses akan ditentukan di DPP. Hasilnya diumumkan serentak secara nasional,” ujar Rivqi.
Ia menambahkan, penjaringan kandidat dilakukan melalui penilaian internal oleh DPP dan DPW. Hasilnya diterima seluruh peserta Muscab tanpa tambahan calon.
Pelantikan pengurus DPC PKB dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan hari lahir PKB. DPP juga menetapkan target politik bagi kepemimpinan baru, yakni minimal menyamai capaian 13 kursi legislatif seperti pada masa kepemimpinan Muhtarom.
Repoter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais




.jpg)
