07 April 2026

Get In Touch

Cegah KLB Campak, Pemkot Malang Kebut Imunisasi 1.400 Sasaran

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau pelaksanaan kejar imunisasi campak di Posyandu RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Senin (6/4/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau pelaksanaan kejar imunisasi campak di Posyandu RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Senin (6/4/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kebut pelaksanaan imunisasi campak terhadap 1.400 anak. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang telah menyerang sejumlah daerah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui kerawanan penyebaran campak di Kota Malang terbilang tinggi, terutama dipicu oleh masih adanya sebagian masyarakat yang menolak imunisasi. 

"Salah satu penyebabnya karena memang masih ada warga yang menolak. Makanya ini terus kami tekankan untuk edukasi," ujar Wahyu, ditemui usai meninjau pelaksanaan imunisasi di Posyandu Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Senin (6/4/2026).

Ditegaskannya, campak merupakan salah satu penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Karena itu, jika tidak ditangani secara serius, dikhawatirkan dapat berdampak luas, tidak hanya di Kota Malang tetapi juga ke wilayah sekitarnya.

Untuk itu, Pemkot Malang terus menggencarkan program imunisasi kejar atau Catch Up Campaign (CUC) guna menekan potensi penyebaran. Selain itu, pendekatan persuasif juga dilakukan melalui berbagai elemen masyarakat.

"Kami libatkan Kadinkes, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat untuk memberikan penyadaran. Bahkan kami juga lakukan door to door agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi dan tidak sampai terjadi KLB," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan program imunisasi kejar difokuskan pada pemberian vaksin campak-rubella (MR) dosis pertama pada usia 9 bulan dan dosis kedua pada usia 18 bulan.

Program tersebut dilaksanakan di seluruh puskesmas di Kota Malang. Dari total 16 puskesmas, capaian sementara hingga awal April 2026 menunjukkan progres yang cukup signifikan. Meski masih perlu dikejar untuk memenuhi target nasional.

Husnul memaparkan, dari total sasaran 1.400 anak yang belum sama sekali atau belum lengkap imunisasi MR, saat ini sekitar 700 anak telah menerima vaksin. Artinya, capaian sementara telah mendekati 50 persen.

"Per 3 April kemarin sudah sekitar 700 anak yang diimunisasi. Mudah-mudahan sampai puncaknya tanggal 7 April bisa mencapai minimal 95 persen," ungkapnya.

Husnul menjelaskan, angka sasaran tersebut merupakan hasil verifikasi dari data sebelumnya sebanyak 13.000 anak usia 9 hingga 59 bulan. Setelah dilakukan validasi, ditemukan 1.400 anak yang belum atau belum lengkap imunisasi MR.

"Makanya sebelumnya kami juga sudah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), dan sekarang dilanjutkan dengan CUC untuk mengejar target minimal 95 persen," tambahnya.

Di lapangan, Husnul mengakui pihaknya menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari kendala kehadiran sasaran hingga penolakan dari orang tua. Faktor transportasi hingga perizinan orang tua menjadi hambatan yang kerap ditemui petugas.

Untuk mengatasi hal tersebut, petugas kesehatan melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi rumah warga yang belum mengikuti imunisasi.

"Yang tidak hadir, kami lakukan kunjungan rumah. Termasuk yang orang tuanya masih keberatan, kami beri edukasi tentang pentingnya vaksinasi campak," jelas Husnul.

Reporter:Santi Wahyu/Editor:Santi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.