11 April 2026

Get In Touch

Tuntaskan Banjir Kali Avoor Driyorejo, DPRD dan Pemkab Gresik Komitmen Alokasikan Anggaran di Perubahan APBD 2026

GRESIK (Lentera) -  DPRD Kabupaten Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sepakat untuk segera menuntaskan problem banjir akibat luapan Kali Avoor di Dusun Semambung, Kecamatan Driyorejo. Untuk itu, Legislatif dan Eksekutif dalam rapat gabungan di Ruang Paripurna DPRD Gresik, Kamis (9/4/2026) berkomitmen mengalokasikan anggaran normalisasi pada Perubahan APBD 2026 mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir mengungkapkan bahwa, Kali Avoor saat ini mengalami pendangkalan sehingga pada saat hujan deras, air meluap dan mengakibatkan banjir. Untuk itu, pasca penertiban pedagang, dikatakannya, harus ada penanganan komprehensif sehingga tidak lagi terjadi banjir.

"Kesepakatan hari ini akan ditindaklanjuti oleh Komisi terkait besaran anggarannya. Rencananya akan masuk dalam Perubahan APBD 2026 sekitar bulan Agustus mendatang," ujar Syahrul.

Selain komitmen anggaran, tambahnya, hasil rapat menyepekati pembentukan tim teknis penanganan Kali Avoor, dan pengawalan relokasi pedagang pasca ditertibkan dari bantaran Kali Avoor. Adapun kaitannya dengan relokasi pedagang ada usulan beberapa tempat, antara lain di Sentra Land Driyorejo dan  Jalan Driyorejo-Kesamben.

"Kami berharap tempatnya nanti lebih bagus dan bisa menjadi sentra UMKM atau ikon kuliner  yang ramai, sehingga pendapatan mereka justru meningkat," ujarnya.

Senada, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani anggaran untuk penanganan banjir Kali Avoor Driyorejo dialokasikan pada Perubahan APBD 2026. "Kami sepakat anggaran penanganan banjir ini akan diselesaikan di Perubahan APBD. Saat ini masih dihitung estimasi biayanya," tandasnya.

"Terkait relokasi pedagang, pembongkaran dilakukan karena bangunan tersebut tidak memiliki izin dan menjadi keluhan warga karena menyebabkan banjir," imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik, Dhiannita Triastuti menyampaikan, Kali Avoor setelah dinormalisasi bantaran Kali Avoor akan dibuatkan taman agar pedagang tak kembali menempati lahan tersebut untuk berjualan. "Semoga ini bisa menjadi solusi terbaik untuk masyarakat," tutupnya. (ADV)

 

Reporter: Asepta

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.