11 April 2026

Get In Touch

Salurkan 8 Ribu Ton Beras, Jember Jadi Kabupaten Terendah Penerima Bantuan Pangan se-Jatim

Bupati Jember Gus Fawait bersama Kabulog Jember Ade Saputra saat distribusi bantuan pangan di Kecamatan Kaliwates.
Bupati Jember Gus Fawait bersama Kabulog Jember Ade Saputra saat distribusi bantuan pangan di Kecamatan Kaliwates.

JEMBER (Lentera) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bekerjasama dengan Bulog Cabang Jember kembali mendistribusikan ribuan ton beras. Bertempat di Kantor Bulog Cabang Jember, Mangli, Jumat (10/4/2026) siang, belasan truk berisi ribuan ton beras mulai didistribusikan.

Tak berselang lama, Bupati Jember Gus Fawait dan Kepala Bulog Cabang Jember Ade Saputra menuju Kelurahan Kaliwates. Secara langsung, Gus Fawait memberikan bantuan pangan kepada sejumlah penerima manfaat di kelurahan setempat.

Tak hanya itu, Bupati Gus Fawait juga turun langsung ke rumah-rumah untuk memberikan bantuan pangan kepada penerima manfaat yang tidak bisa datang ke kelurahan.

Kepala Bulog Cabang Jember, M. Ade Saputra menerangkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk memastikan kelancaran penyaluran ini.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kabulog Jember Ade menyampaikan bahwa total penerima bantuan pangan di Kabupaten Jember mencapai 390.744 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). "Angka tersebut mencatatkan Jember sebagai daerah dengan jumlah penerima bantuan terendah di Jawa Timur," papar Kabulog Jember Ade Saputra. 

Untuk periode alokasi Februari dan Maret, fokus utama penyaluran kali ini adalah beras dan minyak goreng. "Sebanyak kurang lebih 8 ribu ton dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan warga. Lalu, Minyak Goreng tersedia sebanyak 1,8 juta liter yang siap didistribusikan. Untuk hari ini, penyaluran bantuan pangan kami fokuskan ke tiga kecamatan di wilayah kota, yaitu Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari," ujar Ade Saputra. 

Dia menambahkan bahwa proses teknis di lapangan didukung oleh aplikasi khusus dan petugas yang bersiaga di setiap kelurahan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Sementara Bupati Jember Gus Fawait menyatakan bahwa menurunnya jumlah penerima bantuan pangan merupakan salah satu dampak kemiskinan di Jember menurun.

"Dengan adanya bantuan pangan ini, tentu kita harapkan dapat menurunkan tingkat inflasi serta meringankan beban masyarakat di Kabupaten Jember," ujar Bupati Jember Gus Fawait. Kepada para penerima manfaat, Gus Fawait juga berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Lebih lanjut, Gus Fawait juga meminta warga Jember untuk menjadi pengawas.

"Jika pendistribusiannya tak tepat sasaran, laporkan ke Wadul Gus'e. Laporkan juga jika ada warga Jember yang kurang mampu, tetapi tidak menerima bantuan," tandasnya. (ads)

 

Reporter: Moko

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.