11 April 2026

Get In Touch

Siswa SMP di Riau Tewas saat Ujian Praktik Usai Peragakan Senapan 3D

Polisi melakukan olah TKP di lokasi uji praktik Sains yang tewaskan siswa SMP di Siak. (foto:ist/Kum)
Polisi melakukan olah TKP di lokasi uji praktik Sains yang tewaskan siswa SMP di Siak. (foto:ist/Kum)

SIAK (Lentera) - Kegiatan ujian praktik sains di salah satu sekolah di Kabupaten Siak, Riau, berubah menjadi tragedi. Seorang siswa SMP Islamic Center berinisial MA (15) tewas usai senapan rakitan berbasis 3D yang dipraktikkannya diduga meledak saat diperagakan di kelas.

Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Iya benar atas kejadian tersebut," ujar AKP Raja saat dikonfirmasi, melansir Kumparan, Jumat (10/4/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban dan kelompoknya sedang mengikuti ujian praktik mata pelajaran IPA. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diminta menampilkan hasil karya sains yang telah mereka buat.

Salah satu kelompok, termasuk MA, kemudian memperagakan hasil karya berupa senapan rakitan 3D yang mereka susun sebagai bagian dari proyek pembelajaran.

Menurut keterangan kepolisian, sebelum memulai demonstrasi, korban sempat meminta teman satu kelompoknya untuk menjauh dari titik lokasi peragaan.

"Ketika giliran kelompok korban MA, dia menyuruh teman kelompoknya menjauh dari titik TKP. Korban hendak memperagakan ujian praktiknya berupa senapan 3D rakitan," ungkap AKP Raja.

Namun saat senapan tersebut ditembakkan, terjadi ledakan pada bagian belakang alat rakitan itu. Ledakan tersebut menyebabkan pecahan material senapan berhamburan ke berbagai arah.

Dalam video yang beredar, terlihat momen ketika korban bersiap melakukan demonstrasi sebelum ledakan terjadi. Suasana kemudian berubah menjadi kepanikan setelah insiden tersebut berlangsung.

"Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," jelasnya.

Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa MA tidak dapat diselamatkan.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan proyek sains tersebut.

"Kami sudah melakukan olah TKP, dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan," kata AKP Raja.

Editor:Santi

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.