14 April 2026

Get In Touch

Sebaran Zona Megathrust Indonesia: Potensi Gempa hingga 9,2 M

Sebaran Zona Megathrust Indonesia: Potensi Gempa hingga 9,2 M

SURABAYA ( LENTERA ) - Indonesia dikelilingi belasan zona megathrust yang berpotensi memicu gempa besar. Salah satunya telah terjadi di Bitung, gempa berkekuatan M7,6 pada Kamis (2/4/2026) hingga memicu tsunami kecil.

Berdasarkan penelitian terbaru yang dirilis dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, para ahli mengungkapkan bahwa terdapat 14 zona megathrust aktif di Indonesia yang memiliki potensi menimbulkan gempa besar sekaligus tsunami di masa mendatang.

Jumlah zona megathrust di Indonesia tercatat mengalami sedikit peningkatan dibandingkan data sebelumnya. Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, disebutkan terdapat 14 segmen, naik dari 13 segmen pada peta 2017 dan 11 segmen pada peta 2010.

"Untuk segmentasi sumber gempa megathrust relatif tidak mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu berjumlah 14 segmen di tahun 2024, sedangkan tahun 2017 ada 13 segmen dan tahun 2010 ada 11 segmen," menurut keterangan para ahli dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024.
Para peneliti menambahkan bahwa pembaruan segmentasi megathrust ini didasarkan pada berbagai publikasi ilmiah yang dirilis antara 2017 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan 11 segmen berada di wilayah Indonesia, sementara 3 segmen lainnya berada di Filipina, namun tetap berpotensi berdampak signifikan bagi Indonesia.

Data terbaru ini mencerminkan evaluasi seismik terkini, termasuk penambahan zona baru serta pembaruan potensi magnitudo pada segmen yang sudah ada. “Sebanyak 7 segmen megathrust mengalami pembaruan data, dengan potensi magnitudo maksimum yang disesuaikan berdasarkan informasi terbaru,” ujar para ahli.

Salah satu penambahan paling mencolok dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 adalah identifikasi zona megathrust Cotabato Trench. Meskipun secara geografis berada di Filipina, zona ini dimasukkan sebagai sumber gempa karena lokasinya yang dekat dengan Kepulauan Talaud di utara Indonesia. Zona ini diperkirakan memiliki potensi magnitudo maksimum hingga 8,3.

Di sisi lain, lima segmen megathrust dihapus dari daftar aktif. Segmen-segmen ini sebelumnya dianggap berpotensi, namun evaluasi terbaru menunjukkan bahwa mereka kini dinilai tidak aktif atau memiliki risiko lebih rendah. Misalnya, beberapa segmen di wilayah Sumatera dan Jawa dihapus berdasarkan kajian terkini yang menegaskan penurunan risiko.
Meski demikian, para peneliti menekankan pentingnya terus memantau dan meninjau aktivitas seismik di wilayah-wilayah ini seiring munculnya data baru di masa depan. Jawa dan Sumatera tetap menjadi fokus utama, mengingat tingginya kepadatan penduduk dan konsentrasi infrastruktur kritis di kedua wilayah tersebut.

Data terkini menunjukkan bahwa beberapa segmen megathrust mengalami kenaikan signifikan dalam estimasi kekuatan gempa. Zona megathrust Mentawai-Pagai, misalnya, potensi magnitudo maksimumnya naik dari 8,5 pada 2017 menjadi 8,9 pada pembaruan 2024.
Zona megathrust Sulawesi Utara, yang memicu gempa Bitung pada Kamis (2/4/2026), juga mengalami revisi potensi kekuatan dari magnitudo 7,9 menjadi 8,5. “Peningkatan magnitudo maksimum di berbagai wilayah ini menunjukkan pentingnya pengamatan dan penelitian lebih lanjut terhadap karakteristik seismik lokal,” jelas para ahli.

Hingga saat ini, segmen Aceh-Andaman tercatat memiliki potensi gempa terbesar dengan magnitudo mencapai 9,2, diikuti oleh zona megathrust Jawa dengan potensi hingga magnitudo 9,1.
Kenaikan estimasi magnitudo di berbagai wilayah ini menegaskan perlunya pemantauan dan penelitian seismik berkelanjutan. Pemutakhiran data ini menjadi acuan penting bagi strategi mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan titik-titik rawan gempa. (Itqiyah_mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini).

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.