19 April 2026

Get In Touch

Hadapi Pemilu 2029, AHY Ajak Seluruh Kader Demokrat Rebut Basis Politik di Jateng

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan tegas kepada seluruh kader, untuk merebut basis politik di Jawa Tengah dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Demokrat di Hotel Tentrem Kota Semarang, Jumat (17/4/2026).(foto:ist/Komp
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan tegas kepada seluruh kader, untuk merebut basis politik di Jawa Tengah dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Demokrat di Hotel Tentrem Kota Semarang, Jumat (17/4/2026).(foto:ist/Komp

SEMARANG (Lentera) - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan kepada seluruh kader, untuk merebut basis politik di Jawa Tengah dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Demokrat di Hotel Tentrem Kota Semarang, Jumat (17/4/2026). 

AHY menekankan, pentingnya konsolidasi sebagai kunci menghadapi kontestasi politik mendatang khususnya Pemilu 2029. Ia mengusung tiga strategi utama, yakni merapatkan barisan, membangun kekuatan, dan merebut kemenangan. 

Dia menegaskan, Jawa Tengah adalah provinsi besar dengan nilai strategis secara politik, ekonomi, dan sosial. Untuk itu, Demokrat diminta untuk merebut kembali hati masyarakat. 

"Jangan gentar. Jangan merasa tidak ada ruang bagi biru (Partai Demokrat). Jangan merasa tidak ada ruang bagi demokrat, karena Demokrat sesungguhnya juga pernah punya peran yang sangat baik dan istimewa di Jawa Tengah," ujar AHY saat menyampaikan sambutan secara daring mengutip Kompas.com, Sabtu (18/4/2026). 

Soliditas internal dinilai menjadi fondasi utama, sebelum berbicara soal kemenangan. Ia mengingatkan, agar Musda tidak menjadi ajang perpecahan. 

"Tanpa kebersamaan dan kerja bersama, tidak mungkin Demokrat bisa besar. Musda ini harus menyatukan, bukan memecah belah," tegasnya. 

Selain itu, AHY meminta, kader memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa. Menurutnya, kehadiran Demokrat harus dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. 

“Pastikan bahwa sampai ke desa-desa, sampai kelurahan-kelurahan, bahkan masyarakat yang ada di akar rumput mengetahui bahwa demokrat tetap eksis dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya. 

Untuk memperkuat basis, AHY juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan modal politik partai, termasuk rekam jejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Tak hanya itu, AHY menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif sebagai indikator konkret kemenangan. Ia mengapresiasi, kenaikan kursi DPR RI dari Jawa Tengah pada Pemilu 2024, meski hanya bertambah satu kursi. 

Namun, AHY menuntut capaian yang lebih besar pada 2029 dan meminta komitmen Ketua DPD Demokrat Jateng, Rinto Subekti untuk meningkatkan performa Partai Biru di Jateng. 

Lebih lanjut, AHY juga mendorong pendekatan yang lebih aktif untuk merebut suara rakyat, karena kemenangan tidak bisa diraih dengan menunggu simpati. 

AHY berharap, Musda IV Demokrat Jawa Tengah menjadi titik awal kebangkitan partai di salah satu provinsi dengan peta politik paling menantang di Indonesia. 

"Rebut kemenangan, rebut hati dan pikiran rakyat kita. Mengapa saya menggunakan kata rebut? Karena memang kita harus aktif. Bukan menunggu orang menyukai kita, bukan menunggu agar masyarakat kenal dengan Demokrat agar memilih kita, tapi kitalah yang punya kebutuhan untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat kita memenangkan suara mereka Pemilu 2029," tuturnya.

Senada, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat, Herman Khaeron mengingatkan, Demokrat memiliki rekam jejak kuat di Jawa Tengah yang bisa menjadi modal kebangkitan. 

Ia mencontohkan capaian masa lalu ketika Demokrat mampu meraih 14 kursi DPR RI, serta menduduki posisi pimpinan di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. 

"Jadikan ini sebagai penyemangat. Kami pernah sukses, artinya peluang itu masih terbuka lebar di depan. Ini bisa jadi ajang satukan visi dan misi, bagaimana perjuangan merebut kemenangan kontestasi politik 2029," kata Herman. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses konsolidasi harus segera dipercepat, termasuk pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) setelah Musda selesai. Jika proses pemilihan di musda berjalan aklamasi, percepatan agenda partai akan langsung dilakukan. 

"Kami sudah punya timeline. Targetnya, dua tahun sebelum Pemilu seluruh struktur dan persiapan sudah rampung," ujar Herman. 

Ia juga menekankan, pentingnya menjadikan Musda sebagai momentum memperkuat solidaritas antar kader, dengan mempererat rasa kebersamaan. 

Herman mengajak, seluruh kader menjadikan Musda sebagai titik balik kebangkitan Demokrat di Jawa Tengah.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.