SURABAYA (Lentera)-Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Airlangga (Unair) pada hari pertama, Selasa (21/4/2026), berjalan lancar dengan tingkat kehadiran peserta mencapai 95,8 persen.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair sekaligus Ketua Pusat UTBK-SNBT 2026 Unair, Mochammad Amin Alamsyah, mengatakan, dari total 880 peserta yang terdaftar pada sesi pertama, sebanyak 843 peserta hadir, sementara 37 peserta atau sekitar 4,2 persen tidak hadir tanpa keterangan.
“Ujian dimulai tepat waktu. Pukul 07.00 peserta sudah login dan melakukan latihan, kemudian pukul 07.15 ujian resmi dimulai,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah peserta UTBK di Unair tahun ini mencapai 16.672 orang atau 94,7 persen dari total daya tampung 17.600 peserta. Dari jumlah tersebut, peserta perempuan mendominasi dengan 9.541 orang, sedangkan peserta laki-laki sebanyak 7.131 orang.
Ia menjelaskan, pelaksanaan UTBK di Unair tersebar di dua lokasi kampus, yakni Kampus B dan Kampus C dengan total 22 ruang Computer Based Test (CBT) yang berada di 10 gedung. Kampus B menampung 13 ruang CBT yang tersebar di Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, FISIP, serta Fakultas Vokasi Gedung A dan C. Sementara itu, Kampus C memiliki 9 ruang CBT yang berada di gedung PPMB, Gedung Nano, Gedung Nani, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.
"Setiap sesi ujian didukung 880 unit komputer, memastikan kelancaran pelaksanaan tes berbasis digital tersebut," jelasnya.
Dari sisi sebaran peserta, UTBK Unair diikuti oleh peserta dari 38 provinsi serta klaster luar negeri yang mencakup 272 kabupaten/kota. Namun, mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur dengan persentase mencapai 97,5 persen.
Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan perhatian khusus bagi peserta disabilitas. Tahun ini terdapat 22 peserta disabilitas, terdiri dari 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa, yang mengikuti ujian pada sesi kedua di ruang khusus di Gedung Nano.
"Dalam mendukung kenyamanan peserta, panitia menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari sarapan berupa teh hangat dan roti, tenaga kesehatan, hingga ruang transit di setiap lokasi ujian," tuturnya.
Dari sisi teknis, terdapat sejumlah perubahan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta dapat memilih lokasi ujian secara lebih rinci, tahun ini peserta hanya memilih kota lokasi ujian, sementara penentuan detail lokasi ditetapkan oleh panitia. Selain itu, durasi pelaksanaan ujian juga mengalami penambahan waktu sekitar 30 menit.
Unair juga menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik kecurangan, termasuk perjokian. Panitia telah memperkuat sistem pengawasan sesuai arahan dari pusat agar pelaksanaan UTBK berjalan jujur dan transparan.
“Upaya pencegahan terus kami lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya agar praktik perjokian bisa diminimalkan,” tutupnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
