TRENGGALEK (Lentera) -Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, dengan fokus membuka akses wilayah terisolasi sekaligus menggerakkan perekonomian warga melalui percepatan pembangunan infrastruktur.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyambut positif pelaksanaan program ini. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, TMMD dinilai menjadi solusi efektif untuk mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Nata Negara, menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah sangat membantu dalam menjawab kebutuhan pembangunan masyarakat. “Keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama, sehingga program TMMD ini sangat membantu membuka akses dan mempercepat pembangunan di daerah,” jelasnya, Rabu (22/4/2026)
Menurutnya, pembukaan akses baru akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi warga serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah. Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan TMMD yang rutin menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun daerah, termasuk keberhasilan program sebelumnya di Kecamatan Pule.
Di sisi lain, Kepala Staf Korem 081/Dirotsaha Jaya, Letkol Infanteri Maine Helmi, menjelaskan bahwa kegiatan TMMD kali ini menyasar berbagai pembangunan fisik.
“Sasaran fisik meliputi pembangunan jalan, renovasi rumah tidak layak huni, fasilitas jambanisasi, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Program TMMD sendiri dilaksanakan secara bergilir berdasarkan pengajuan pemerintah daerah setiap dua tahun sekali. Selain mempercepat pembangunan, program ini juga dinilai mampu menekan biaya operasional daerah secara signifikan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH





.jpg)
