25 April 2026

Get In Touch

Sidak Usaha Konveksi, Bupati Sidoarjo Instruksikan Sekolah Belanja ke Pengrajin Daerah

Bupati Sidoarjo, H. Subandi saat meninjau hasil produksi di Master Konveksi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026).
Bupati Sidoarjo, H. Subandi saat meninjau hasil produksi di Master Konveksi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026).

SIDOARJO (Lentera) – Bupati Sidoarjo, H. Subandi mengungkapkan kekecewaannya saat inspeksi mendadak (sidak) di tempat usaha Master Konveksi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026).

Saat meninjau proses produksi, ia mendapati sebagian besar pesanan perlengkapan sekolah justru berasal dari luar daerah, padahal Sidoarjo memiliki lebih dari seribu satuan pendidikan yang seharusnya menjadi pasar potensial.

"Warga Sidoarjo mestinya beli di Sidoarjo. Kok malah ini pesanannya dari SMA Negeri Balikpapan," ujar Bupati Subandi dengan nada kecewa.

Bupati menegaskan, membeli produk UMKM lokal adalah bentuk nyata dukungan terhadap perekonomian daerah. Jika masyarakat dan instansi berbelanja di dalam daerah sendiri, maka roda ekonomi akan terus berputar dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Oleh karena itu, ia akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta mengundang para kepala sekolah untuk membahas hal ini.

"Kita akan rapatkan bareng-bareng. UMKM harus kita tingkatkan dan dukung keberadaannya," tegasnya.

Selain mempromosikan produk, Pemkab Sidoarjo juga berkomitmen membantu pelaku UMKM dalam pengurusan izin usaha. Meskipun saat ini perizinan sudah bisa dilakukan secara online, namun masih banyak yang belum memanfaatkannya.

"Izin-izin usaha akan kita bantu dan kawal agar para pelaku UMKM segera memiliki legalitas. Dengan adanya izin, mereka akan lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan bantuan pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, pemilik Master Konveksi, Fuad mengakui pesanan dari sekolah-sekolah di Sidoarjo sangat minim. Ia sudah beberapa kali mencoba menawarkan produk, namun jarang mendapatkan respon positif atau kelanjutan kerja sama.

"Pernah mencoba menawarkan tapi ditolak, pernah contoh produk diterima tapi tidak ada kelanjutannya. Kami berharap Pemkab bisa membantu mempromosikan produk kami ke sekolah-sekolah di sini," harap Fuad.

 

Reporter: Teguh/Editor: Ais

 

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.