27 April 2026

Get In Touch

Pemkot Kediri Diskusi dengan Tokoh Masyarakat, Rumuskan Solusi Pembangunan RTH Alun-Alun

KH Muhammad Anwar Iskandar atau Gus War, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Amien, Rejomulyo saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Kepala Dinas Kominfo, serta beberapa tokoh masyarak
KH Muhammad Anwar Iskandar atau Gus War, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Amien, Rejomulyo saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Kepala Dinas Kominfo, serta beberapa tokoh masyarak

KEDIRI (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat setempat, guna merumuskan solusi dari pembangunan Alun-Alun Kediri yang saat ini mandeg. 

Diskusi yang dilaksanakan di kediaman pribadi salah satu tokoh masyarakat, dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Kepala Dinas Kominfo, serta beberapa tokoh masyarakat di Kota Kediri beberapa hari lalu. 

KH Muhammad Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Rejomulyo berharap, agar Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kediri dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan pembangunannya.

Menurutnya, hal tersebut didasari beberapa alasan, yang paling utama ialah agar tidak tampak kumuh. Kebersihan serta kerapian RTH Alun-Alun dinilai dapat menjadi cerminan warga Kota Kediri yang bersih, tertib, dan tertata. 

Di samping itu, salah satu tempat yang menjadi ikon kota tahu itu merupakan tempat bertumpunya masyarakat pelaku UMKM. 

"Dulu sebelum dibangun itu kan tempat masyarakat berjualan mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari, setelah dibangun masyarakat berhenti. Setelah selesai akan memberi kesempatan kepada masyarakat yang sempat terhenti usahanya untuk menjalankan kehidupan jualannya sehari-hari aktif lagi, ini merupakan aspek sosial dan ekonomi yang sangat penting," tuturnya dalam keterangan diterima, Minggu (26/4/2026).

Selain alasan di atas, RTH juga merupakan wadah rekreasi bagi masyarakat sekitar, baik untuk berolahraga santai maupun sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. 

Menurut Gus War, apabila proyek segera diselesaikan dan dibangun dengan baik tentu dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Kediri. 

"Pertama, akan kelihatan wajah dan etalase Kota Kediri yang rapi, bersih, dan baik. Kedua, bisa menghidupkan UMKM. Ketiga, bisa menjadi tempat rekreasi kecil bermain keluarga," sebutnya.

Ditambahkannya, apabila kondisi seperti saat ini terus berlanjut maka akan mengurangi nilai bahwa masyarakat Kota Kediri seakan-akan tidak peduli dengan kebersihan dan ketertiban. 

Gus War juga berharap, kepada semua pihak baik Pemerintah Kota Kediri maupun pihak rekanan, agar aspek-aspek yang lain bisa diselesaikan dengan baik secara legowo. 

"Jangan semuanya hanya dihitung berdasarkan angka-angka yang bersifat material tapi aspek-aspek sosial, aspek-aspek yang bersifat humaniti juga perlu untuk diperhatikan. semoga bisa segera clear dan terwujud secepatnya," tutupnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.