03 May 2026

Get In Touch

BPBD Sampang: Tujuh Kecamatan Termasuk Rawan Bencana

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Muhammad Hozin menjelaskan pemetaan daerah rawan bencana saat pancaroba. (foto:ist/Ant/BPBD Sampang)
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Muhammad Hozin menjelaskan pemetaan daerah rawan bencana saat pancaroba. (foto:ist/Ant/BPBD Sampang)

SAMPANG (Lentera) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura mulai melakukan pemetaan daerah yang berpotensi rawan bencana, guna menekan risiko apabila terjadi bencana alam.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Muhammad Hozin mengatakan pemetaan daerah rawan itu, karena saat perubahan musim seperti ini, bencana sering terjadi.

"Jenis bencana yang sering terjadi pada perubahan musim seperti sekarang ini, yakni dari musim hujan ke kemarau biasanya berupa hujan deras yang disertai angin kencang," katanya di Sampang, Sabtu (2/5/2026) mengutip Antara, Minggu (3/5/2026).

Oleh karena itu, lanjutnya, mitigasi bencana berupa pendataan potensi rawan dan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, penting dilakukan.

Berdasarkan hasil pemetaan, dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, tujuh kecamatan diantaranya masuk kategori rawan, yakni Kecamatan Tambelangan, Robatal, Kedungdung, Karangpenang, Sokobanah, Ketapang, dan Jrengik.

"Kecamatan-kecamatan ini umumnya rawan terhadap bencana angin kencang atau puting beliung, terutama saat pancaroba, serta rawan terhadap bencana tanah longsor karena kondisi geografis wilayah yang berada di kawasan pesisir hingga pegunungan," jelasnya. 

Diterangkannya, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pancaroba di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Sampang masih akan berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.

"Khusus di tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan ini, kami juga telah menyampaikan sosialisasi langsung kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya.

Ia mengimbau, warga lebih waspada terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti perubahan angin secara tiba-tiba atau langit yang mendadak gelap.

"Kami harap masyarakat lebih siaga, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Jika terjadi angin kencang, segera cari tempat aman untuk menghindari risiko yang lebih besar," imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.