05 May 2026

Get In Touch

Banjir Bandang Terjang Citrosono Magelang Dipicu Sumbatan Material Kayu

ARSIP: Tim gabungan SAR, TNI-Polri, relawan, dan warga melakukan pencarian korban terseret banjir bandang di Dusun Deles, Citrosono, Grabag, Magelang, beberapa waktu lalu -Ant
ARSIP: Tim gabungan SAR, TNI-Polri, relawan, dan warga melakukan pencarian korban terseret banjir bandang di Dusun Deles, Citrosono, Grabag, Magelang, beberapa waktu lalu -Ant

MAGELANG (Lentera) -Dusun Batur di Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilanda banjir bandang pada Minggu (3/5/2026) malam.

Insiden ini dipicu oleh selokan yang tersumbat material kayu, sehingga air meluap dan mengalir deras ke jalan serta permukiman.

Tim SAR Grabag bersama Pemerintah Desa Citrosono telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk penanganan dan pendataan awal.

"Sudah (turun ke lokasi) bersama SAR Grabag dan pihak pemdes," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto saat dikonfirmasi mengenai kondisi di lapangan.

Material kayu sumbat selokan

Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Magelang hingga pukul 22.36 WIB, banjir bandang tersebut bermula dari luapan air selokan yang tersumbat potongan kayu. Karena tidak mampu menampung debit air, air bah kemudian meluap ke badan jalan.

Selain air, banjir tersebut juga membawa endapan lumpur yang masuk ke sejumlah rumah warga dan menutupi akses jalan desa.

Petugas gabungan dan warga setempat langsung berupaya melakukan pembersihan manual guna menormalkan kembali saluran air. 

"Saat ini sedang dilakukan pembersihan kayu-kayu yang menyumbat selokan," tulis laporan BPBD, dikutip Kompas.

Tidak Ada Korban Jiwa

Meskipun sempat menimbulkan kepanikan dan mengotori rumah warga dengan lumpur, BPBD memastikan tidak ada kerusakan infrastruktur yang bersifat masif dalam peristiwa ini. Kabar baiknya, nihil laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa.

Pihak BPBD mengimbau warga di wilayah Kecamatan Grabag untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras melanda, guna mengantisipasi potensi sumbatan serupa pada saluran-saluran air yang dapat memicu banjir luapan di kawasan permukiman (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.