06 May 2026

Get In Touch

Pasca Dua Insiden, KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek Mulai 9 Mei

Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek. (foto:ist/dok.Ant)
Ilustrasi KA Argo Bromo Anggrek. (foto:ist/dok.Ant)

JAKARTA (Lentera) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengganti nama kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada penumpang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan perubahan nama ini tidak mempengaruhi operasional perjalanan maupun hak penumpang.

“Penyederhanaan nama ini tidak mempengaruhi operasional perjalanan. Jadwal, rute, hingga kelas pelayanan tetap sama. Pelanggan tetap memperoleh layanan dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Franoto di Jakarta mengutip Antara, Selasa (5/5/2026).

Tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih.

“Pelanggan tetap mendapatkan layanan yang sama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Di sisi lain, KAI telah melakukan penyesuaian pada berbagai aspek pendukung, termasuk sistem ticketing, media informasi, serta alat peraga di lapangan guna memastikan transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan.

“Kami berharap dengan identitas yang lebih sederhana, layanan ini semakin dekat dengan masyarakat dan tetap menjadi pilihan utama transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya,” kata Franoto.

Namun, tidak ada penjelasan dari KAI terkait penggantian nama tersebut, dengan dua insiden berbeda yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek sebelumnya.

Diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Insiden tersebut bermula setelah rangkaian KRL berhenti, akibat tertemper kendaraan di perlintasan sebidang, lalu KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti penuh dan menabrak KRL yang sedang berhenti.

Jumlah korban jiwa dalam tragedi Bekasi Timur itu mencapai 16 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan.

Terakhir, pada Jumat (1/5/2026) dini hari, KA Argo Bromo Anggrek juga terlibat insiden menabrak mobil rombongan pengantar haji di perlintasan swadaya Desa Sidorejo, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah. Kecelakaan itu menyebabkan lima orang meninggal dunia, setelah satu korban yang sempat dirawat akhirnya dinyatakan meninggal.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.