07 May 2026

Get In Touch

BI Sebut Kota Malang Dominasi Transaksi QRIS, Diperkuat Lewat QRISMA FEST

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi, saat melakukan transaksi menggunakan QRIS di gelaran QRISMA Fest, Kayutangan Heritage. (foto: Humas KPw BI Malang)
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi, saat melakukan transaksi menggunakan QRIS di gelaran QRISMA Fest, Kayutangan Heritage. (foto: Humas KPw BI Malang)

MALANG (Lentera) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Indra Kuspriyadi menyebut Kota Malang mendominasi transaksi QRIS di wilayah kerjanya, yang kemudian diperkuat melalui gelaran QRISMA FEST sebagai upaya mendorong akselerasi pembayaran digital yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menurut Indra, porsi merchant QRIS di Kota Malang mencapai sekitar 68 persen, dibandingkan total merchant di 7 kabupaten/kota lainnya dalam wilayah kerja BI Malang. Sementara dari sisi volume transaksi, kontribusinya bahkan menembus 73 persen.

"Ini menunjukkan bahwa adopsi QRIS di Kota Malang tumbuh dengan sangat kuat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan," ujar Indra, dikutip pada Rabu (6/5/2026).

Untuk memperkuat tren positif tersebut, BI Malang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, pelaku UMKM, komunitas pariwisata, serta masyarakat, menggelar QRISMA FEST 2026 Vol. 1.

Festival bertajuk "Gema Kadjoe Tangan" ini digelar di kawasan heritage Kayutangan dengan mengusung tema "Dari Tradisi ke Transaksi," mulai 4-8 Mei 2026. Sekaligus sebagai rangkaian Hari Jadi ke 112 Kota Malang.

Indra mengatakan, QRISMA FEST tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dari transaksi tunai menuju nontunai.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap QRIS," jelasnya.

Ditambahkannya, QRIS sebagai instrumen pembayaran memiliki sejumlah keunggulan, yakni cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CEMUMUAH), sehingga dinilai mampu menjadi tulang punggung transaksi di era ekonomi digital.

Selain itu, kehadiran QRISMA FEST juga diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan digitalisasi sistem pembayaran, dengan tetap menjaga karakter dan identitas kota.

Menurutnya, kawasan Kayutangan sebagai ikon heritage tetap menjadi ruang tumbuhnya tradisi, sekaligus dapat bertransformasi menjadi kawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

"Dengan dukungan Bank Indonesia, OJK, dan perbankan, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mendukung implementasi sistem pembayaran digital," ujarnya.

Wahyu menambahkan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengunjung dan wisatawan dalam bertransaksi, khususnya di kawasan wisata.

Rangkaian QRISMA FEST 2026 digelar dengan berbagai kegiatan yang menggabungkan aspek digitalisasi ekonomi dan promosi pariwisata. Di antaranya, Malang Merchant QRIS Race yang melibatkan 1.120 merchant, Kadjoe Tangan QRIS Race, serta workshop dan sosialisasi digitalisasi pembayaran.

Selain itu, terdapat pula kegiatan business matching pembiayaan, kompetisi lingkungan bersih, hingga lomba kreatif seperti Amazing Race dan Content Competition untuk memperkuat promosi kawasan heritage Kayutangan.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajakarta.com.
Lenterajakarta.com.