SURABAYA (Lentera) – Frank & co. menggelar rangkaian anniversary melalui exhibition bertajuk “30 Years of Real Love: Frankly That’s Love” di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada 7–17 Mei 2026.
Exhibition ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 30 tahun Frank & co. dengan menampilkan perjalanan desain perhiasan berlian alami serta proses pembuatannya.
Melalui konsep visual interaktif, pengunjung diajak melihat tahapan terbentuknya berlian alami, mulai dari karbon mentah hingga menjadi perhiasan dengan berbagai pendekatan desain.
General Manager Frank & co, Rolly Soesanto mengatakan exhibition di Surabaya dirancang tidak hanya sebagai perayaan perjalanan brand, tetapi juga untuk memperlihatkan bagaimana desain perhiasan berkembang mengikuti cerita dan karakter penggunanya.
“Exhibition di Surabaya ini menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut sekaligus membawa semangat inovasi dan warisan natural diamond kepada masyarakat,” kata Rolly, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam pameran ini juga menampilkan evolusi gaya perhiasan yang berkembang selama tiga dekade, dari desain klasik hingga koleksi yang mengusung karakter modern.
Sejumlah koleksi ditampilkan dalam exhibition tersebut, di antaranya Frank Fire yang menonjolkan kualitas kejernihan berlian, Love Poetry Collection hasil kolaborasi dengan ilustrator Monica Ivena, hingga See the Light Collection bersama Maudy Ayunda yang mengangkat tema refleksi diri dan feminitas modern.
Selain koleksi terbaru, pameran ini juga menghadirkan archive collections seperti Palma, Marquise Flower, Flutter, dan Nalaia. "Deretan desain tersebut menunjukkan perubahan selera dan pendekatan desain perhiasan dari masa ke masa," jelasnya.
Ia mengungkapkan, tema “When You Know, You Know” dipilih untuk menggambarkan hubungan personal seseorang dengan perhiasan maupun makna di balik berlian alami yang terbentuk dalam waktu sangat panjang.
"Melalui pendekatan storytelling dan instalasi visual, pameran ini mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih dekat pada proses kreatif desain perhiasan, sekaligus memperlihatkan bagaimana berlian diposisikan bukan sekadar aksesori, tetapi juga bagian dari simbol perjalanan personal," tutupnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais




.jpg)
