SURABAYA (Lentera) - Insiden dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Suranaya mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Surabaya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, meminta kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pengawasan diperketat dan kejadian serupa tidak kembali terulang dalam pelaksanaan program ke depan.
"Penyelenggara harus berhati-hati dan tidak boleh terulang. Programnya Pak Prabowo ini tujuannya untuk menyehatkan dan mencerdaskan generasi bangsa, jadi jangan sampai hal seperti ini menciderai program yang sangat baik ini," kata Ajeng, Senin (11/5/2026).
Ajeng menegaskan program MBG yang digagas Presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda. Menurutnya seluruh proses pelaksanaan harus dilakukan secara cermat dan sesuai standar keamanan pangan.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya terkait penanganan para siswa yang mengalami gejala keracunan. Ia memastikan prosedur penanganan darurat telah dilakukan sejak laporan awal diterima.
Selain penanganan medis, Ajeng menilai kondisi psikologis anak-anak juga perlu mendapat perhatian. Berdasarkan informasi dari wali murid, sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang dan beristirahat di rumah, namun masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
"Wali murid mengonfirmasi anak-anaknya sudah pulang beristirahat. Namun, mereka mengalami trauma. Harapannya, trauma ini tidak berat dan bisa cepat ditangani agar anak-anak tidak takut lagi," tambahnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi D DPRD Surabaya berencana membahas persoalan tersebut dalam rapat evaluasi. DPRD juga membuka kemungkinan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah maupun lokasi penyedia makanan guna memastikan standar keamanan dan kualitas makanan dijalankan dengan baik.
"Iya, kami akan rapatkan hal ini. Mungkin juga kami akan melihat langsung ke lokasi (sidak) untuk memastikan semuanya kembali berjalan sesuai standar," tutup Ajeng.
Reporter: Amanah/Editor: Santi





.jpg)
